Breaking News:

Riau Belajar ke Jabar, untuk Kelola Participating Interest Migas

Pemprov Riau belajar ke Jabar untuk mengetahui pengelolaan Participating Interest migas.

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Pemerintah Provinsi Riau menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk belajar mengenai seluk beluk pengelolaan Participating Interest (PI) migas. 

Dalam pengelolaan bisnisnya, MUJ sudah memberikan layanan ketenagalistrikan Diesel Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) 10 MVA untuk mendukung operasional industri di sektor hulu migas milik Pertamina EP Asset 5, di Tanjung, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, pengadaan 4 Unit Mobile Rig 550 HP bersama PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (Petrodril) yang memiliki workshop di Dawuan, Purwakarta, Jawa Barat untuk kebutuhan hulu migas.

MUJ juga mengukuhkan usaha di bidang energi terbarukan melalui sinergi BUMD yakni bersama PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) dengan melakukan kerja sama pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Cirompang di Kabupaten Garut. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi listrik di wilayah Garut Selatan.

“Setelah kita menjalankan beberapa usaha di tahun 2020 di tengah tantangan pandemi, kini kita ingin kembali ‘lari’ dan menatap optimis beberapa pengembangan usaha di luar PI pada tahun 2021,” tutur Begin.

Dalam angka, MUJ secara inhouse meraih pendapatan Rp 262 miliar sepanjang 2020. Terdiri dari pendapatan PI Rp 201 miliar dan Non PI Rp 61 miliar. 

“Kami mengelola dengan 56 karyawan, dari pengelolaan PI bisnis kami bisa mendorong kenaikan pendapatan pada 2020 sebesar 23%, targetnya ini akan terus naik,” tuturnya.

Begin juga mewanti-wanti agar dana PI dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh korporasi, tak hanya menambah pasokan ke pendapatan asli daerah dia juga menekankan pentingnya dana PI dikelola secara transparan dan profesional. Dalam dua tahun terakhir MUJ menurutnya juga sudah mendapat peringkat AA atau BUMD berkategori sehat.

Kepala Sekretariat Asosiasi Daerah Penghasil Migas & Energi Terbarukan (ADPMET) Taufan Priono Modjo mengatakan, pihaknya yang mewadahi daerah penghasil minyak dan gas mendorong agar setiap daerah bisa merealisasikan pengalihan dan pengelolaan PI seperti apa yang sudah diimplementasikan MUJ. Melihat MUJ yang menjadi pionir dalam implementasi Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016.

“ADPMET mendorong agar PI 10 persen di Provinsi Riau dapat segera dituntaskan secara cepat, baik itu dari pemerintah pusat atau daerah. ADPMET akan mengawal proses PI bukan hanya di Riau akan tetapi di seluruh wilayah kerja penghasil migas,” tutur Taufan.

Baca juga: Gisel dan Nobu Kompak Tak Akan Hadiri Persidangan, Ini Alasan Keduanya Absen Menjadi Saksi

Baca juga: Peringatan Tsunami Akibat Gempa Bumi di Lautan Pasifik Telah Dicabut, Warga Tetap Diminta Waspada

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved