Breaking News:

Kisah Guru Honorer Sukabumi Terjang Sungai demi Rapat di Kecamatan, 13 Tahun Mengabdi Ingin Jadi PNS

Dasep sampai terjatuh dari atas motor ketika melewati Sungai Cikidang untuk sampai di Kantor Dinas Pendidikan Kecamatan untuk menyampaikan laporan kin

capture instagram@manaberita
Dasep Hermawan (31), guru honorer di SDN Walantara, Kampung Walantara, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi saat menyeberangi sungai Cikidang. Dia terjatuh saat di tengah sungai sehingga bajunya basah kuyup. 

Kalau sendiri gak berani, kemarin kan juga gak terlalu deras.

Cuman kalau gak terbiasa gak tahu, orang sana juga kalau ada hujan lewat aja," jelasnya.

Dasep mengaku, gaji pertama pada 2007 saat ia memulai bekerja sebagai guru honorer adalah Rp 250 ribu.

Saat ini, ia menerima gaji per bulan Rp 500 ribu, naik satu kali lipat dari pertama ia masuk mengajar.

"Sudah 13 tahunan honorer, dari tahun 2007.

Kalau pertama masuk digaji Rp 250 per bulan, sekarang alhamdulillah meningkat Rp 500 ribu perbulan," ujarnya lirih.

Dasep menuturkan, ia melintasi Sungai Cikidang hanya ketika pergi ke kecamatan untuk menyampaikan laporan.

Saat mengajar, dia tidak melewati sungai tersebut karena lokasi sekolah tidak jauh dari tempat tinggalnya di Kampung Citata, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cidadap.

"Kalau rumah saya di Kampung Citata, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cidadap deket ke sekolah.

Iya (13 tahun bertugas), pertama saya ngajar di sekolah itu guru olahraga, beberapa tahun kemudian jadi guru kelas, wali kelas 2. Selain jadi guru juga saya sebagai operator sekolah, jadi sering ke kecamatan," terangnya.

Halaman
1234
Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved