Breaking News:

Ibu-ibu yang Pamer Mobil Dinas TNI Minta Maaf, Mengaku Pelat Nomor Palsunya Dibuat di Bandung

Viral di media sosial seorang ibu-ibu memamerkan mobil sedan Toyota Camry. Dalam video berdurasi 18 detik itu, dia memamerkan mobil sedan mewahnya.

screencapture instagram@manaberita
Potongan gambar dari video permintaan maaf ibu-ibu yang pamer mobil dinas TNI. Pelat nomor dinas TNI itu ternyata palsu. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Viral di media sosial seorang ibu-ibu memamerkan mobil sedan Toyota Camry.

Dalam video berdurasi 18 detik itu, dia memamerkan mobil sedan mewahnya.

Mobil Toyota Camry itu berwarna hitam dan menggunakan pelat dinas TNI.

Mobil sedan mewah yang dipamerkan seorang ibu-ibu. Pelat nomor mobil dinas TNI yang ada di mobil tersebut ternyata palsu alias bodong.
Mobil sedan mewah yang dipamerkan seorang ibu-ibu. Pelat nomor mobil dinas TNI yang ada di mobil tersebut ternyata palsu alias bodong. (Capture video Instagram @lambe_turah)

Aksi pamer ibu-ibu itu lantas viral di media sosial.

"Ini anak saya yang baik, ini mobil saya, ya. Dari pelatnya saja Anda sudah tahu dong suami saya itu siapa. Jadi untuk suami Anda yang enggak tahu asal-usulnya gitu ya. Saya sarankan jangan... apa ya? Saya enggak kenal juga dengan dia, begitu lho, saya enggak pernah ada...," kata wanita tersebut dalam video yang diunggah akun instagram lambe_turah, Rabu (3/3/2021).

Beredarnya video ini pun membuat Markas Besar (Mabes) TNI memberikan komentar.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Achmad Riad, memastikan pelat nomor dinas yang digunakan mobil tersebut bodong alias tidak terdaftar sebagai mobil dinas resmi.

"Pelat nomor dinas tidak teregistrasi atau bodong," ujar Riad ketika dikonfirmasi.

Sehari setelah videonya viral di media sosial, ibu-ibu yang terekam dalam kamera sedang pamer mobil dinas TNI itu minta maaf.

"Saya sebelumnya minta maaf atas ketidaknyamanan, kepada seluruh warga Indonesia dan atas beredar luasnya video saya yang lagi viral banget mengenai pelat dinas. Itu saya katakan bahwa, itu sebenarnya pelat dinas palsu alias bodong, dan saya membuat itu di Kota Bandung," demikian permintaan maaf ibu-ibu itu seperti diunggah di akun @manaberita.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved