Breaking News:

6 Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq Jadi Tersangka Padahal Sudah Tewas dan Dikubur, Ini Alasan Polisi

Enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak dan sudah dikubur, ditetapkan sebagai tersangka penyerangan anggota Polri.

KOMPAS.COM/FARIDA
Ilustrasi: Satu dari 58 adegan rekontruksi penembakan anggota FPI di rest area tol Jakarta-Cikampek Km 50, Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. 

TRIBUNJABAR.ID - Enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak dan sudah dikubur, ditetapkan sebagai tersangka penyerangan anggota Polri.

Seperti diketahui, enam orang laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab tewas di kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Apa alasan Mabes Polri menetapkan enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka?

Baca juga: Kapolri Minta Kasus Kematian 6 Laskar FPI Segera Dituntaskan, Singgung Temuan Komnas HAM

Baca juga: Seorang Mahasiswa di Kuningan Nekat Mengakhiri Hidup, Sang Ibu Terkejut Lihat Anaknya Menggantung

Baca juga: Ayus Sabyan Lagi-lagi Tak Hadir di Sidang Perceraian dengan Ririe Fairuz, Masih di Tahap Mediasi

Bagi orang awam ini kelihatannya aneh dan jangggal karena semua tersangka sudah meninggal dunia.

Tapi Polri yang menyidik kasus ini memiliki alasan hukum.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djadjadi mengatakan, Polri akan segera melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penyerangan tersebut ke Kejaksaan Agung.

"Sudah ditetapkan tersangka, kan itu juga tentu harus diuji makanya kami ada kirim ke Jaksa biar Jaksa teliti," kata Andi Rian, dikutip dari Tribunnews, Kamis (4/3/2021).

Menurut Andi, pelimpahan berkas perkara kepada jaksa peneliti bertujuan untuk mengkaji kasus tersebut.

Sebab, keenam tersangka yang merupakan laskar pengawal FPI itu telah tewas saat insiden bentrokan.

Nantinya, jaksa peneliti akan ikut menimbang apakah kasus dugaan penyerangan enam anggota laskar FPI terhadap anggota Polri itu dihentikan atau tidak.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved