Breaking News:

Gempa Bumi

Tak Hanya Bahaya Gempa Megathrust, Masyarakat Indonesia pun Harus Waspada 295 Sesar Aktif

Selain ancaman gempayang diakibatkan lempeng Megathrust, orang-orang yang tinggal di Indonesia pun perlu waspada dengan sumber gempa sesar aktif

Shutterstock/Kompas.com
Ilustrasi gempa 

TRIBUNJABAR.ID - Indonesia menjadi salah satu negara yang dikelilingi ancaman bencana, salah satunya gempa bumi.

Indonesia memiliki banyak daerah rawan gempa bumi karena terletak di antara ring of fire.

Selain ancaman gempa besar yang diakibatkan lempeng Megathrust, orang-orang yang tinggal di Indonesia pun perlu waspada dengan sumber gempa sesar aktif.

Dilansir dari Kompas.com, sesar aktif bersumber di daratan dan berdekatan dengan tempat tinggal masyarakat.

"Ditinjau dari frekuensi kejadian gempa merusak, maka sesar aktif lebih sering terjadi dan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa dibandingkan megathrust yang sebenarnya lebih jarang terjadi," ucap Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, 2018.

Menurut Daryono, dalam buku Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2017, disebutkan bahwa sumber gempa dari segmen megathrust hanya berjumlah 16 segmen. Sementara jumlah segmen sesar aktif yang dimiliki Indonesia lebih dari 295 sesar aktif.

Baca juga: Ada Virus Corona Varian Baru Asal Ingggris, Masyarakat Diminta Tak Panik, tapi Harus Lakukan Ini

Sebagai contoh, gempa dahsyat yang berpusat di darat seperti gempa Yogyakarta 2006, gempa Pidie Jaya 2016, gempa Lombok dan Palu 2018 terbukti telah menimbulkan kerusakan yang hebat.

"Gempa tersebut menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan kerugian sangat besar. Karena pusatnya berada di daratan dekat pemukiman masyarakat," kata dia.

"Gempa tersebut dipicu oleh sumber gempa sesar aktif, dan bukan dari sumber gempa megathrust," imbuhnya.

Oleh karena itu, Daryono mengimbau kepada masyarakat agar lebih aware terhadap lingkungan sekitar, dan jangan menjadikan sesar aktif sebagai sumber gempa yang terlupakan dan terabaikan.

Halaman
123
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved