Breaking News:

Ridwan Kamil : Orang Indonesia Harus Bersyukur, Negara yang Punya Uang Belum Tentu Bisa Beli Vaksin

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kehadiran vaksin baru ini diharapkan bisa menjawab masalah keterbatasan vaksin.

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Uji klinis fase III vaksin Covid 19 Rekombinan dari Anhui Zhifei Longcom Bipharmaceutical. Uji klinis dikerjasamakan dengan Fakultas Kedokteran Unpad dan membuka pendaftaran untuk 2 ribu relawan di Kota Bandung.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kehadiran vaksin baru ini diharapkan bisa menjawab masalah keterbatasan vaksin.

"Jumlah vaksin kita terbatas, contoh untuk lansia, kami ajukan 6 juta orang yang kami registrasi. Tapi karena keterbatasan baru diberi 1,2 juta. Kami akan hitung dari 6 juta, mana yang prioritas dari skala mobilitas jenis utama kira-kira seperti apa," ujar Ridwan Kamil di RSP UNPAD Jalan Eijkman Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Jika uji klinis ini dianggap berhasil dan mendapat sertifikat Emergency Use Authorization (EAU) dari BPOM, Rekombinan Anhui ini akan bersanding dengan vaksin Sinovac yang sudah mendapat EAU dan sudah digunakan untuk vaksinasi.

"Harapannya seiring waktu ketersediaan ini oleh vaksin Anhui ini bisa terpenuhi dan butuh waktu enam bulan utk berakhir sukses. Sehingga akhir tahun melengkapi kekurangan vaksin," ujar dia.

Uji klinis fase III vaksin rekombinan Anhui ini akan digelar di enam rumah sakit di Bandung Raya. Antara lain RSUP Hasan Sadikin, RS Emmanuel, RS Unggul Karsa Medika, RSIA Limijati, RS Advent dan RS Al Ihsan.

Pendaftaran relawan uji klinis vaksin rekombinan di Bandung terbuka untuk warga domisili Bandung berusia 18 tahun ke atas tanpa batasan maksimal usia, dalam kondisi sehat dan belum menerima vaksin Covid-19 sebelumnya.

Baca juga: Varian Virus Corona B117 Masuk ke Indonesia, Dua Pekerja Migran Asal Karawang Terpapar

"Brand Anhui gunakan metode sedikit berbeda tapi efektif dan tujuan sama. Saya senang Jabar dipilih lagi karena dari Unpad sudah teruji dalam semangat bela negara. Jadi relawan tahun lalu (uji klinis Sinovac) saat semua org takut saat vaksin masyarakat Jabar coba jadi relawan untuk mengetahui dan hasilnya baik," ucap Emil, sapaan akrabnya.

Ia berharap uji klinis fase IiI vaksin rekombinan ini berhasil dan akan menyempurnakan jumlah vaksin yang dibutuhkan.

"Orang Indonesia harus bersyukur karena negara yang punya uang belum tentu bisa beli vaksin karena sudah habis dipesan jauh hari oleh negara maju. Jadi setiap ikhtiar membuat vaksin di tanah air sendiri harus kita dukung," ucap dia.

Saat ini, vaksin yang ada yakni Sinovac yang sudah mendapat EAU dari BPOM. Kemudian Anhui dan vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan.

"Apapun kita dukung demi suksesnya vaksinasi di Indonesia," ucapnya.

Baca juga: Kehilangan 6 Pemain, Robert Alberts Tak Mau Salah Pilih, Ini Syarat Pengganti Pemain Lokal Persib

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved