Meninggal usai Dirawat, Berbahaya, Resiko Komplikasi Diabetes dengan Covid-19, Ini Penjelasannya

Seorang pasien Covid-19 meninggal usai dirawat karena komplikasi diabetes yang dideritanya dimana kadar glukosa meningkat

Editor: Siti Fatimah
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi Diabetes 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Diabates termasuk penyakit yang bisa memberikan dampak lebih bahaya bila penderitanya terpapar Covid-19. Cukup banyak kasus pasien Covid-19 meninggal karena dipicu atau memiliki riwayat penyakit diabetes.

Karena itu, bagi penderita diabetes harus lebih memperhatikan kesehatannya termasuk benar-benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar tidak mudah terkena virus corona.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah  atau gula darah yang dapat mengakibatkan komplikasi pada organ lain seperti jantung, ginjal, mata, saraf, dan pembuluh darah.

Baca juga: Benarkah Sarapan Bubur Kurang Pas untuk Kesehatan Tubuh? Ini Penjelasannya

Diabetes digolongkan menjadi dua tipe, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes tipe 1 penyebab pastinya tidak diketahui.

Menurut World Health Organization, para pakar menyepakati bahwa penyebab diabetes 1 disebabkan dari hasil interaksi yang kompleks antara gen dan faktor lingkungan.

Sebagian besar diabetes 1 diderita oleh anak-anak dan remaja.

Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan oleh keturunan dan metabolisme.

Berikut informasi kenapa penyakit ini lebih beresiko bila penderitanya terinfeksi Covid-19.

Beberapa waktu lalu, seorang pasien Covid-19 di kota New York hampir meninggal dunia.

Bukan karena virus mematikan paru-parunya, tetapi karena diabetes tipe 2 yang dideritanya mengamuk di luar kendali. 

Melansir Yahoo News, saat berada di unit Covid-19 di rumah sakit Kota New York, glukosa darah pasien yang berusia 74 tahun itu melonjak ke tingkat yang berbahaya.

Baca juga: Minum Air Jahe Campur Susu dan Jeruk Nipis Bekhasiat Antiradang, ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Fluktuasi glukosa darah menjadi lebih parah setelah dia dipulangkan.

“Itulah efek Covid-19,” kata Ruth Horowitz, MD, kepala divisi endokrinologi dan metabolisme di Greater Baltimore Medical Center, yang tidak terlibat dalam perawatan pasien tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved