Breaking News:

Gempa Bumi

Indonesia Wilayah Rawan Bencana, ''Bukan Gempa Bumi yang Membunuh Orang, tapi Bangunan Rumahnya''

Di negara yang rawan gempa, meminimalisasi risiko gempa bumi dapat dilakukan dengan pendekatan mitigasi struktural.

Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR/Fasko Dehotman
Gambar ilustrasi gempa yang terdapat di layar TV LCD, pada ruangan Manfaat dan Bencana Geologi, Museum Geologi Bandung. 

"Harus ada sosialisasi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Kemudian diadakan jalur-jalur evakuasi mandiri di berbagai pantai yang rawan tsunami," ujar Daryono.

Penataan ruang di sekitar pantai rawan tsunami juga harus diperhatikan.

Selain itu, tidak disarankan mendirikan bangunan di dekat bibir pantai rawan tsunami.

Jika memang akan membuat bangunan, usahakan setidaknya berjarak 400 meter dari pantai.

Berikut ini daerah di Indonesia yang pernah mengalami gempa magnitudo lebih dari 7:

1. Aceh

Gempa di Aceh dengan kekuatan 9,3 magnitudo menjadi catatan terbesar gempa di Indonesia dalam kurun 18 tahun terakhir.

Gempa itu terjadi pada Minggu, 26 Desember 2004, pukul 09.00 WIB.

Selama 30 menit setelah terjadi gempa, terjadi tsunami Aceh yang menyebabkan korban jiwa hingga 160.000 orang.

Gelombang tsunami setinggi 35 meter ini berhasil meratakan semua bangunan di Aceh.

2. Nias

Nias, Sumatra Utara, pernah diguncang gempa dengan kekuatan 8,7 magnitudo pada 28 Maret 2005.

Gempanya mengguncang selama sekitar 5 menit dan mendapatkan peringatan dini akan adanya potensi tsunami.

3. Pangandaran

Pulau Jawa juga tercatat pernah diguncang gempa, lokasinya ada di lepas Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Gempa yang terjadi pada 17 Juli 2006 itu berkekuatan 7,7 magnitudo dan menimbulkan gelombang tsunami setinggi sekitar 21 meter.

4. Bengkulu

Gempa bumi dengan kekuatan 7,9 magnitudo dengan kedalaman 10 kilometer sempat mengguncang Bengkulu pada 12 September 2007.

Sempat diperingatkan oleh BMKG akan berpotensi tsunami, tidak terjadi gelombang tsunami di wilayah tersebut.

5. Mentawai

Pada 2 Maret 2016, Mentawai, Sumatra Barat, pernah mengalami gempa magnitudo 7,8.

Gempanya berlangsung selama kurang dari 1 menit.

6. Lombok

Warga Lombok pernah diguncang gempa berkali-kali dengan kekuatan yang cukup besar.

Setelah diguncang gempa pada 29 Juli 2018, Pulau Lombok kembali dilanda gempa pada 5 Agustus 2018 dengan magnitudo 7,0.

Sebelum terjadi gempa ini, Lombok diguncang dengan gempa yang kekuatannya beragam.

7. Palu dan Donggala

Pada 28 September 2018, Palu dan Donggala diguncang gempa bermagnitudo 7,4.

Pusat gempa ada pada kedalaman 10 km, jaraknya ada di 27 km sebelah timur laut Donggala.

Begitu kencangnya getaran itu, kursi dan meja orang-orang di Kabupaten Gowa sampai bergetar, padahal Kabupaten Gowa berjarak sekitar 780 km dari Kota Palu.

Tsunami setinggi hampir 6 meter dengan kecepatan 800 km/jam menerjang Pantai Talise, ketinggian ombak meraih baliho tinggi dekat pantai.

Gempa tak hanya diikuti gelombang laut raksasa, tapi juga fenomena tanah bergerak.

Sejak saat itu, orang-orang di seantero negeri membicarakan fenomena itu, yakni likuifaksi.

Korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami ini mencapai ribuan orang.

8. Sumur, Banten

Pada Jumat (2/8/2019), gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang Banten ini berpotensi tsunami.

Titik gempa berjarak 147 km arah barat daya Sumur, Banten, di kedalaman 10 km.

Namun tak lama setelah gempa yang terjadi dan terasa hingga Jakarta, Depok, dan Bogor, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memutakhirkan data kekuatan gempa di barat daya Banten pada pukul 19.03 WIB menjadi M 6,9.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul"Gempa Kerap Guncang Indonesia, Apa yang Bisa Kita Lakukan?"

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved