Breaking News:

Gempa Bumi

Indonesia Wilayah Rawan Bencana, ''Bukan Gempa Bumi yang Membunuh Orang, tapi Bangunan Rumahnya''

Di negara yang rawan gempa, meminimalisasi risiko gempa bumi dapat dilakukan dengan pendekatan mitigasi struktural.

TRIBUN JABAR/Fasko Dehotman
Gambar ilustrasi gempa yang terdapat di layar TV LCD, pada ruangan Manfaat dan Bencana Geologi, Museum Geologi Bandung. 

"Masyarakat kalau di dalam rumah, guncangannya besar, jangan paksa lari keluar."

"Tunggu guncangannya selesai. (Berlindung dengan cara) cari barang apa saja yang bisa melindungi badan kita," ujar Daryono.

Hal ini dilakukan karena saat gempa, tubuh akan mengikuti gerak tanah.

"Kalau gempa besar, enggak bisa kita jalan atau merangkak. Lempar sana lempar sini (terombang-ambing)."

"Belum lagi rak buku ambruk, telivisi jatuh, semua mencelat semua. Bisa saja pintu enggak bisa dibuka karena terkunci," kata dia.

Tsunami

Gempa bumi yang berpusat di laut juga dapat memicu potensi gelombang tsunami.

Mengenai hal ini, Daryono mengatakan, evakuasi mandiri menjadi hal penting yang harus segera dilakukan.

Jika gempa terasa di daerah dekat pantai terutama pantai rawan tsunami, maka masyarakat tak perlu menunggu peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG atau instansi resmi lainnya untuk menyelamatkan diri.

"Harus diperkuat evakuasi mandiri di pantai-pantai yang rawan tsunami."

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved