Breaking News:

Gempa Bumi

Indonesia Wilayah Rawan Bencana, ''Bukan Gempa Bumi yang Membunuh Orang, tapi Bangunan Rumahnya''

Di negara yang rawan gempa, meminimalisasi risiko gempa bumi dapat dilakukan dengan pendekatan mitigasi struktural.

TRIBUN JABAR/Fasko Dehotman
Gambar ilustrasi gempa yang terdapat di layar TV LCD, pada ruangan Manfaat dan Bencana Geologi, Museum Geologi Bandung. 

"Dalam konteks ini, gempa tak pernah membunuh orang. Yang membunuh adalah bangunan rumahnya," ujar dia.

Contohnya, kata Daryono, peristiwa dua gempa dengan perilaku dan kondisi geologi serupa, yaitu gempa di Yogyakarta pada 2006 dan gempa di Suruga, Jepang, pada 2010.

"Pembangkitnya (dua gempa itu) sama-sama sesar aktif. Yang beda bangunan rumahnya."

Baca juga: VIDEO-Paksa Kades Bayar Oplah Koran Puluhan Juta, Oknum Wartawan di Sukabumi Diciduk Polisi

Baca juga: Polresta Bandung Gelar Lomba Tiktok, Ikut Yuuk, Ini Temanya

"Rumah di Jepang sudah mengadopsi bangunan tahan gempa, di Indonesia belum," ujar dia.

Gempa di Yogyakarta dan di Jepang sama-sama mempunyai kekuatan 6,4 magnitudo dan berada pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa di Yogyakarta menyebabkan ribuan orang meninggal, sementara di Jepang hanya satu orang.

"Ini sebagai contoh nyata. Niat untuk menyelamatkan masyarakat kita dari daerah gempa (yaitu) mendirikan bangunan tahan gempa, tidak ada lainnya lagi," ucap Daryono.

Guncangan Besar

Daryono mengungkapkan, selain mitigasi struktural, masyarakat juga harus paham mitigasi ketika gempa bumi terjadi.

Saat guncangan besar terjadi, mengelola rasa panik menjadi satu hal penting.

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved