Breaking News:

Cuaca Ekstrem Bikin Panen Duku di Ciamis Anjlok hingga 50 Persen, Harganya Pun Menurun

Sudah dua pekan ini  berlangsung panen duku di sentra produksi duku di Dusun Kolot, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing

tribunjabar/andri m dani
Cuaca Ekstrem Bikin Panen Duku di Ciamis Anjlok hingga 50 Persen, Harganya Pun Menurun 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Sudah dua pekan ini  berlangsung panen duku di sentra produksi duku di Dusun Kolot, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Dibandingkan dengan  tahun-tahun sebelumnya, panen duku musim sekarang kurang menggembirakan. Hasilnya anjlok sampai 50 persen.

 “Musim sekarang, kemaraunya kurang bagus. Banyak turun hujan, cuacanya ekstrem. Berpengaruh sekali pada hasil panen duku,” ujar H Idin (66) warga Dusun Kolot RT 01 RW 14 Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing kepada Tribun, Rabu (3/3).  

Akibat cuaca esktrem, hasil panen duku anjlok sampai 50 persen.

“Biasanya dalam kondisi normal, hasil panen satu pohon duku bisa sampai 2 kuintal. Sekarang rata-rata hanya sekitar 1 kuintal/pohon,” katanya.

Baca juga: Virus Corona Varian Baru Ditemukan di Karawang, Kecamatan Pedes dan Lemahabang jadi Perhatian

Cuaca Ekstrem Bikin Panen Duku di Ciamis Anjlok hingga 50 Persen, Harganya Pun Menurun b
Cuaca Ekstrem Bikin Panen Duku di Ciamis Anjlok hingga 50 Persen, Harganya Pun Menurun b (tribunjabar/andri m dani)

Anjloknya hasil panen duku, kata  H  Idin, tidak hanya terjadi di Dusun Desa Kolot Kertaharja, tetapi juga terjadi di Dusun Kadugede Karanganyar maupun Majaprana Pamalayan Cijeungjing ,  yang merupakan sentra produksi Duku Cililitan, duku unggul khas Ciamis. Juga di Karangampel Baregbeg.

“Tidak hanya di sini, di Karanganyar maupun Majaprana hasil panen duku cililitan musim ini kurang bagus. Jauh berkurang,” ujar H Idin.

Selain hasil panen anjlok, harga duku di tingkat petani di Dusun Desa Kolot Desa Kertaharja katanya juga mulai turun.

“Waktu awal masa panen dua minggu lalu, harga borongan di tingkat petani masih Rp 12.000/kg. Sekarang pertengahan masa panen, harga turun jadi Rp 10.000/kg,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved