Breaking News:

wayang golek

Seniman Wayang Golek Ini Meneruskan Warisan Orang Tuanya, Ingin Membuat Museum di Cibiru

SEORANG pria di sebuah kamar kontrakan, terlihat mengukir kepala wayang golek. Dia adalah seniman wayang golek.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Risnandar mengukir kepala wayang golek. Dia adalan seniman wayang golek asal Cibiru Wetan. 

SEORANG pria di sebuah kamar kontrakan, terlihat mengukir kepala wayang golek. Dia adalah seniman wayang golek.

Meski sambil berbincang, tangannya tak henti mengukir kepala wayang yang ia buat.

Setelah diukir kepala wayang tersebut diamplas supaya tak kasar, ketika permukaan kayunya sudah halus baru ia mulai mengecatnya.

Ia adalah Risnandar (28), putra M Duyeh (70), yang mengikuti jejak ayahnya sebagai seniman wayang golek.

Risnandar mengaku, untuk pembuatan kepala dari awal hingga selesai, memakan waktu sekitar satu minggu.

"Jika hingga selesai, sampai bisa dimainkan oleh dalang paling sampai dua minggu pengerjaannya.
"Kalau si Bapak (Duyeh) mengerjakannya lebih cepat," ujar Risnandar, saat ditemui Tribun Jabar, di tempat pembuatan wayang yang berada di Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (26/2).

Menurut seniman wayang golek ini, untuk membuat wayang golek, semua tokoh di pewayangan itu sulit, karena harus kena karakternya.

"Namun yang dirasa paling sulit saat membuat lemesan atau karakter satriaan, karakternya harus dapat jiwanya juga harus dapat," kata Risnandar.

Risnandar memaparkan, yang lebih sulit lagi adalah membuat wayang karakter seseorang karena mungkin baru pertama membuat wayang orang tersebut.

"Kalau wayang golek biasa mungkin sudah pernah beberapa kali, sehingga terasa lebih mudah. Selain itu wayang yang ukurannya besar," ucap dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved