Breaking News:

Bandung Rapid Transit

Bandung Rapid Transit akan Jadi Angkutan Massal di Bandung Raya, Ini Tujuannya

Setiawan Wangsaatmaja menyambut baik penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau Bus Rapid Transit.

TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Bus Trans Metro Bandung (TMB) melintas di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (29/8/2017). Nantinya, kawasan Bandung Raya akan dipadukan dengan moda angkutan jalan berupa Bandung Rapid Transit (BRT). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menyambut baik penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau Bus Rapid Transit (BRT) di Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung.

Penandatanganan yang berlangsung di Hotel Courtyard Marriot, Kota Bandung, Selasa (2/3), itu menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Jabar, Kementerian Perhubungan RI, dan lima pemerintah kabupaten dan kota di Bandung Raya dalam mengembangkan BRT.

Setiawan mengatakan, pengembangan BRT merupakan langkah yang tepat untuk mendukung pengembangan ekonomi pelayanan dasar melalui pembangunan infrastruktur perkotaan, dan memenuhi kebutuhan angkutan orang di Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung.

Baca juga: VIDEO-Sejumlah Wartawan Bersama ASN Purwakarta Disuntik Vaksin, Rasakan Ngantuk dan Pegal

Baca juga: Tentang Rencana Angkutan Massal Terpadu di Bandung Raya, Begini Tanggapan Ahli Transportasi ITB

"Pergerakan orang di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang luar biasa. Ada sekitar 10 juta penduduk yang bermukim di lima daerah itu," kata Setiawan dalam sambutannya.

Menurut Setiawan, dengan adanya kesepakatan bersama dan kolaborasi, pengembangan dan pengelolaan BRT akan berjalan optimal.

Ia berharap keberadaan BRT dapat mengurai kemacetan dan mengurangi polusi serta meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

"Dalam pengelolaan yang sifatnya lintas itu betul-betul harus ada kerja sama dengan baik. Tidak hanya masalah transportasi, tetapi juga air bersih, sampah, dan apa pun yang terkait Cekungan Bandung pastinya harus dikelola secara bersama," tuturnya.

Dalam slide yang ditunjukkan sekilas dalam acara penandatanganan tersebut disebutkan bahwa BRT Bandung Raya akan beroperasi di ruas jalan raya layaknya TransJakarta atau Trans Jogja.

Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja memberi kata pengantar sebelum pemaparan Kepala BPSDM Jabar Dicky Saromi tentang Corporate University lewat diskusi virtual, Selasa (6/10/2020).
Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja. (istimewa)

Setiap penumpang akan naik dan turun dari selter ke selter lainnya, yang terhubung di lima kota dan kabupaten di Bandung Raya.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Ahmad Yani mengatakan, pengembangan BRT menjadi komitmen pemerintah pusat untuk memperbaiki sistem angkutan umum secara keseluruhan.

"Nanti ada LRT segala macam yang sudah disiapkan dan dikembangkan oleh Pemerintah Jawa Barat. Itu juga saya yakin akan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sistem transportasi secara menyeluruh, khususnya di Cekungan Bandung ini," ucapnya.

Setelah penandatangan kesepakatan, kata Ahmad, pihaknya akan membuat persiapan untuk menyusun lini masa dan detail pelaksanaan pembangunan BRT.

BRT diharapkan selesai pada 2023 dan dapat terintegrasi dengan angkutan yang sudah ada di kawasan perkotaan Cekungan Bandung.

"Yang paling penting adalah nanti integrasi dengan moda lain, dengan kereta, kereta cepat, dan lain sebagainya, itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan," katanya. (*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved