Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan, Wali Kota Sukabumi Sisir Sejumlah Pusat Keramaian di Sukabumi

Para pengelola cafe dan rumah makan harus mematuhi arahan protokol Covid-19. Dan selama masa PPKM jam operasional dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Wali Kota Sukabumi saat melakukan penyisiran ke sejumlah titik pusat keramaian 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali melakukan penyisiran di sejumlah tempat pusat keramaian di wilayahnya. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesedaran warga dalam penerapan protokol kesehatan.

Penyisiran di sejumlah titik keramaian pusat kota itu dilakukan di Jalan Siliwangi, Jalan Suryakencana, Jalan R Syamsudin SH dan Jalan Ahmad Yani, Minggu (28/2/2021).

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, mengatakan, para pengelola cafe dan rumah makan harus mematuhi arahan protokol Covid-19. Dan selama masa PPKM jam operasional dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

"Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerumunan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Fahmi saat dihubungi melalui sambungan telepon

Dalam penyisiran tersebut, lanjut dia, sejauh ini sejumlah pengelola cafe dan tempat makan dan hotel sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik serta sesuai dengan arahan yang sudah ditentukan.

"Bila ada pengelola yang melanggar dan tidak menjalanlan prokes, maka akan diberikan peringatan, dan apabila kembali membuat kesalahan yang sanki berat bakal langsung diturunkan," ucapnya.

Baca juga: Jangan Dulu Panik Saat Ada Gempa Bumi, Sebaiknya Lakukan 9 Hal Penting Ini Saat Terasa Guncangan

Ia mengatakan, selama ini tingkat kesedaran masyarakat dalam menerapakan protkol kesehatan sudah mulai meningkat, meski masih ditemuka warga yang tidak menggunakan masker saat beraktifvitas.

"Pemberlakukan PPKM diwilayah Kota Sukabumi sejauh ini sangat berpengaruh dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Dan bisa menurunkan angka warga yang terkonfirmasi positif corona," katanya.

Baca juga: Inilah 7 Tradisi Unik untuk Menyambut Ramadan di Berbagai Daerah di Indonesia, Termasuk Jawa Barat

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved