Breaking News:

Masih Ada Toko Diam-diam Jual Miras, Polisi Grebel Tiga Kios di Kabupaten Bandung

Tiga toko atau kios di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, digerebek polisi dan warga, kedapatan menjual minuman keras.

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
ilustrasi- Tiga toko atau kios di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, digerebek polisi dan warga, kedapatan menjual minuman keras. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tiga toko atau kios di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, digerebek polisi dan warga, kedapatan menjual minuman keras.

Kapolsek Pameungpeuk, AKP Ivan Taufik, membenarkan kemarin, pihaknya bersama warga RT san RW setempat melakukan oprasi miras rutin.

"Yang bersangkutan (penjual miras) sudah membuat surat pernyataan mau berheti berjualan (minuman keras)," ujar Ivan, saat dihubungi, Minggu (18/2/2021).

Baca juga: Ribuan Warga Mengungsi, Ratusan Rumah Terendam Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Cipanas

"Jualannya baru beberapa bulan lalu, dia ngontrak. Dia juga lihat situasi pasaran dan konsumen," kata Ivan. 

Ivan mengatakan, yang jelas sampai sekarang komitmen, tak ada toleransi untuk miras, obat-obatan terlarang, dan lain-lain.

"Kalau dia masih berjualan, ibaratnya nyuri-nyuri lah, sementara ini baru buat pernyataan berhenti, kalaupun yang bersangkutan berjualan kembali akan kami tipiringkan," ucap dia.

Baca juga: Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Akibat Gempa, Lakukan Cara Berikut Ini Ketika Terjadi Guncangan

Jadi kata Ivan, ada tahapannya, dalam menindak penjual minuman keras, dan kebetulan ini bukan distributor tapi pengecer, kemarin ultimatum terakhir suruh berhenti berjualan.

"Hari ini juga anggota melakukan oprasi lagi untuk memantau kalau, yang itu masih buka, langsung proses tipiring," tuturnya.

Ivan mengatakan, tentu dari hasil oprasi terdapat miras yang diamankan, yang jelas barang bukti yang diamankan tuaknya terdapat 5 jeligen terus puluhan botol minuman keras karena memang bukan distributor. 

Baca juga: Peluang Usaha Cuci Sepatu, Mahasiswa Ini Bisa Dapat Pelanggan Bukan Hanya Warga, Tapi Juga Artis

"Sumber tindak pidana apapun juga berawal dari miras, kalau miras sudah clear, insya Alloh tingkat kriminalitas juga menurun," ujarnya.

Ivan berpesan, kepada masyarakta untuk segera melapor apabila ada di wilayahnya yang berjualan minuman keras

"Sesuai Perda pun Kabupaten Bandung 0 persen (minuman keras), tak ada toleransi berjualan miras, apalagi obat-obatan terlarang," kata dia.

Baca juga: Apa Perbedaan Skala Richter dan Skala MMI untuk Mengukur Kekuatan Gempa Bumi? Ini Penjelasannya

Ivan juga mengimbau, untuk tidak mengonsumsi minuman keras karena tak ada manfaatnya bagi kesehatan, apalagi mengeluarkan uang untuk hal seperti itu, di situasi Covid lebih baik dibelikan yang lebih penting.

"Yang jelas, kami dari pihak Polsek Pamengpeuk Polresta Bandung, tak ada toleransi bagi siapapun di wilayah kami, baik Kecamatan Pameungpeuk atau Arjasari yang berjualan minuman keras termasuk obat-obatan terlarang," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved