Breaking News:

Ditinggal ke Hajatan Anaknya, Dinding Rumah Milik Seorang Janda di Pangandaran Ambruk Mendadak

Tidak ada hujan tidak ada angin, dinding rumah berumur 18 tahun milik seorang janda di Pangandaran ambruk mendadak.

Istimewa
Kondisi Dinding rumah Ambruk milik Ibu Muntasiah (60) Warga Dusun Sukamanah RT 6/1 blok Kalenwaru, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Ditinggal pergi menghadiri hajatan anaknya, dinding rumah berumur 18 tahun milik seorang janda di Pangandaran ambruk mendadak.

Padahal saat kejadian, tidak ada bencana alam apapun seperti gempa bumi atau hujan angin.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Jabar, kejadian ambruknya dinding tembok rumah milik seorang janda itu terjadi pada tanggal 14 ferbruari 2021 sekitar pukul 16:30 WIB.

Sebelumnya, kejadian ambruknya dinding rumah tersebut pernah terjadi sekitar kurang lebih tiga tahun ke belakang, ketika itu ada kejadian gempa bumi yang mengguncang di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Diketahui dinding rumah yang ambruk itu milik seorang janda bernama Muntasiah (60) warga Dusun Sukamanah RT 6/1 blok Kalenwaru, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Menurut anaknya, Muhamad Munawar (40), memang rumah tersebut terdampak gempa bumi yang terjadi tiga tahun sebelumnya.

"Ya tadinya kena dampak gempa namun sedikit sedikit bertambah belah, dan masih dibiarkan karena kendala ekonomi," ujar Muhamad saat dihubungi Tribunjabar.id melalui selulernya, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Tinjau Posko PPKM Mikro, Kapolresta Cirebon Minta Satgas Covid-19 Desa dan Kelurahan Perkuat 3T

Ia mengatakan, ditambah lagi kejadian kemarin tanggal (14/2/2021) dinding rumah bagian belakang ambruk mendadak.

"Hanya kebetulan, ketika kejadian, ibu saya tidak ada di dalam rumah. Karena selama tiga malam ibu berada di kakak saya, menghadiri acara hajatannya," kata Ia.

Muhamad menjelaskan, dirinya sudah melaporkan ke pihak pemerintah setempat namun sampai sekarang belum ada tindakan.

"Sudah dilaporkan kang, mulai dari RT, RW dan pihak Desa setempat," katanya.

Ia berharap, semoga secepatnya ada bantuan dari pihak manapun untuk memperbaiki rumah ibunya.

Baca juga: Masuk Kategori Rawan Bencana, TB Hasanudin Sumbang Senjata Penanggulangan Bencana di Majalengka

"Kami minta dibantu juga oleh pemerintah terkait, karena kita kebingungan dengan kondisi ekonomi seperti ini, apalagi dimasa pandemi corono," ucapnya.

Sampai berita ini ditulis, Tribunjabar.id sudah mencoba menghubungi Kepala Desa Purbahayu, namun sampai sekarang belum ada jawaban

Penulis: Padna
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved