Selasa, 7 April 2026

Punya Kerabat Lansia yang Ingin Disuntik Vaksin Covid-19? Perhatikan Hal Penting Ini

Bila punya kerabat lansia atau orangtua ingin disuntik vaksin Covid-19 harus perhatikan sejumlah hal penting karena vaksinasi untuk lansia lebih ketat

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Dua lansia saat akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di RS Al Islam, Kota Bandung, Jumat (26/2/2021). Bila punya kerabat lansia atau orangtua ingin disuntik vaksin Covid-19 harus perhatikan sejumlah hal penting karena vaksinasi untuk lansia lebih ketat 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktur Rumah Sakit Al Islam, dr. Muhammad Iqbal mengatakan ada perbedaan dalam tahapan pemberian vaksin kepada lansia

Dikatakan Iqbal, sebelum memberikan vaksin harus dipastikan bahwa lansia tersebut dalam kondisi sehat, kalaupun memiliki penyakit bawaan atau komorbiditas harus dalam kondisi terkontrol. 

"Kalau lansia ada screening tentang kerapuhan, jadi apakah lansia ini dalam kondisi sehat, bisa beraktifitas sehingga itu menjadi satu hal yang perlu untuk dilihat oleh tenaga kesehatan," ujar Iqbal, di RS Al Islam, Kota Bandung, Jumat (26/2/2021). 

Baca juga: Kepala Desa Cibodas Ucapkan Selamat, Marwan-Iyos Dilantik Jadi Bupati/Wakil Bupati Sukabumi

Kemudian kata dia, jarak pemberian vaksin dosis pertama dan kedua untuk lansia ini tidak 14 hari seperti masyarakat umum. 

"Untuk lansia jarak antara dosis pertama dengan dosis kedua itu 28 hari, jadi selesainyapun agak lebih panjang untuk lansia dibandinngkan masyarakat umum," katanya. 

Bagi lansia yang sudah terdaftar dan dinyatakan tidak lolos verifikasi karena komorbiditas atau kondisi kesehatannya menurun, diimbau untuk berobat dulu dan akan dijadwal ulang oleh petugas kesehatan. 

Baca juga: Kaki dan Tangan Tak Bisa Digerakkan, Akibat Radiasi HP Main Game? Raden Tri Bocah Subang Meninggal

"Dari panduan screening itu sebaiknya dalam kondisi terkontrol, seperti diabetes boleh divaksin asalkan dalam kondisi terkontrol, oleh karena itu ada hal yang spesifik karena banyak komorbiditas yang terjadi pada lansia seperti hipertensi, diabetes dan penyakit jantung misalnya, ini harus kita pastikan terkontrol," katanya. 

Proses vaksinasi untuk lansia ini, kata dia, waktunya bakal lebih panjang karena proses verifikasi yang lebih ketat. 

"Karena harus kita pastikan kalau ini tidak menjadi satu masalah, kita harus yakin kalau lansia ini layak untuk mendapat vaksin," ucapnya. 

Baca juga: Pelantikan Kepala Daerah, Ridwan Kamil; Layani Masyarakat Dengan Ikhlas, Banyak Orang Stres

Sementara untuk proses vaksinasi hari pertama di RS Al Islam hanya dihadiri 36 lansia.

Penyuntikan vaksin dimulai pukul 08.00 dan selesai sekitar pukul 10.30 WIB. 

"Tidak ada (kendala) sejak tadi pagi kita tidak menemukan adanya efek samping atau keluhan pasca imunisasi (suntik vaksin)," katanya. 

Selanjutnya, ujar Iqbal, pihaknya akan sudah jadwal vaksin untuk lansia yang dibagi dalam tiga sif, pagi, siang dan sore untuk mengindari terjadinya kerumunan. 

Baca juga: Seorang ASN di Purwakarta Pusing dan Muntah Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Efek Vaksin?

"Setiap harinya kami mencadangkan 60 orang yang divaksinasi, kita buat tiga gelombang, pagi-siang-sore supaya satu sesinya hanya 20 orang," ucapnya. 

Adapun jumlah lansia yang mendapat vaksin setiap harinya tidak akan sama, pihaknya akan menyesuaikan dengan kiriman vaksin dari Dinas Kesehatan. 

"Tergantung kiriman dari Dinkes, misalkan datangnya 40 (vaksin) kami terima, jadi tergantung kiriman," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved