Breaking News:

21 Penghuni Rumah yang Terdampak Bencana Pergerakan Tanah di Cianjur Akan Divaksin

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan akan melakukan vaksinasi kepada warga di 21 rumah yang terdampak bencana pergerakan tanah

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Plt Bupati Cianjur Herman Suherman 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan akan melakukan vaksinasi kepada warga di 21 rumah yang terdampak bencana pergerakan tanah di Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.

Herman mengatakan, vaksinasi dilakukan karena melihat korban yang terdampak sering berkerumun.

"Jadi kami akan usahakan Senin awal pekan besok semua warga yang terdampak di 21 rumah akan divaksin," kata Herman setelah meninjau lokasi bencana, Jumat (26/2/2021).

Herman mengatakan, lebih lanjut Pemkab Cianjur akan mengupayakan relokasi bagi warga yang terdampak bencana pergerakan tanah tersebut.

Menurutnya lokasi ini sudah terjadi pergerakan tanah sebelumnya namun kali ini yang terparah.

Diberitakan Tribun sebelumnya, Hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur selama tiga hari telah menyebabkan bencana longsor dan pergerakan tanah.

Pergerakan tanah terparah terjadi di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Tak hanya mengancam rumah, pergerakan tanah juga menyebabkan rusaknya jalan hingga terpotong-potong.

Baca juga: Bisnis Diserahkan Ke Kaesang Pangarep Usai Jabat Wali Kota Solo, Ini Kekayaan Gibran Rakabuming

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur telah melakukan assessment terkait bencana yang menerjang kawasan Desa Batulawang yang berbatasan dengan Bogor ini.

Lokasi desa termasuk yang paling jauh dari pusat kecamatan Cipanas Selain jalan yang rusak pergerakan tanah juga menyebabkan tanah kebun turun beberapa meter.

Kepala Desa Batulawang Nanang Rohendi mengatakan, pihaknya berencana merelokasi 15 kepala keluarga yang terdampak bencana pergerakan tanah yang terjadi sejak dua pekan terakhir itu.

Namun, hingga saat ini belum mendapatkan lokasi yang pas dan aman.

"Untuk sementara, jika kondisi di lokasi semakin membahayakan, kita akan dirikan tenda darurat untuk warga yang terdampak," kata Nanang.

Baca juga: Jalur Pantura Indramayu Padat Merayap Sejak Siang, Banyak Warga Panik Berkumpul di Tepian Jalan

Nanang mengatakan, upaya relokasi sebenarnya sudah akan dilakukan pada 2018 pasca kejadian bencana sebelumnya.

Saat itu, pemerintahan desa telah menyiapkan lahan milik desa. Namun, hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, lokasi tersebut dinyatakan tidak layak

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved