Breaking News:

Siap-siap, Petugas PLN Akan Periksa 8 juta Pelanggan Prabayar di Jawa Barat, Ini Penjelasannya

Petugas PLN Akan Periksa 8 juta Pelanggan Prabayar di Jawa Barat yang jumlah pelanggannya naik 8 persen pada Januari 2021

ilustrasi -Petugas PLN Akan Periksa 8 juta Pelanggan Prabayar di Jawa Barat yang jumlah pelanggannya naik 8 persen pada Januari 2021 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berdasarkan data dari PLN, jumlah pelanggan Listrik Pra Bayar PLN Unit Induk Distribui Jawa Barat pada Januari 2021 naik 8% dibanding tahun 2020.

Total pelanggan pra bayar yang pada tahun 2020 sebanyak 7,65 juta pelanggan kini menjadi 8,28 juta pelanggan.

Jumlah pelanggan tersebut 54% dari total pelanggan PLN UID Jabar yang sebesar 15,22 juta pelanggan.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan, PLN melakukan pemeriksaan APP/ kWh meter ke rumah-rumah pelanggan.

Baca juga: Gapura Permanen Sulitkan Damkar Bandung Padamkan Api, Seorang Petugas Tersengat Aliran Listrik

Iwan Ridwan, Manager Komunikasi PLN UID Jabar menyampaikan bahwa hal ini untuk memastikan kWh meter berfungsi dengan baik dan mengukur normal, termasuk proses pembaruan perangkat lunak.

"Alat Pembatas dan Pengukur (APP) yang terdiri dari kWh meter dan MCB berfungsi sebagai pengukur pemakaian listrik pelanggan dan pengaman sekaligu pembatas arus. Nah, agar penggunaan listrik di rumah pelanggan berfungsi dengan aman, baik dan mengukur normal, maka dilakukan pemeriksaan.  Pelanggan tidak perlu khawatir ya, karena petugas sedang melakukan pemeriksaan berkala," Kata Iwan dalam keterangann resminya, Kamis (25/2/2021).

Iwan mengatakan,  program pemeriksaan ini dilakukan di seluruh Indonesia dan tidak dikenakan biaya apapun kepada pelanggan.

Baca juga: Ancaman Bencana Hidrometeorologi Berlanjut di Masa Depan? Berikut Fakta Kondisi Perubahan Iklim

Pelanggan juga tidak perlu khawatir dengan pulsa yang sudah terisi karena pelaksanaan pemeriksaan atau pembaruan perangkat lunak ini tidak mempengaruhi sisa pulsa.

Lebih lanjut, untuk menghindari gagal masuk token, pelanggan diharapkan dapat memasukkan semua token pulsa yang telah dibeli sebelum pelaksanaan pembaruan perangkat lunak.

Selain itu, Iwan menghimbau agar pelanggan tetap waspada kepada oknum-oknum yang mengaku petugas PLN dan menawarkan berbagai produk atau layanan tidak resmi PLN seperti box kWh meter, genset, alat penghemat listrik, jasa pindah tiang listriik, ganti kWh meter dan lain-lain.

Baca juga: VIDEO-Diduga Palsukan Tanda Tangan Warga Untuk Pungli Ke Perusahaan, Kades Parapatan di Polisikan

Untuk meminimalisasi tindakan kurang menyenangkan dari petugas palsu tersebut, masyarakat  sebaiknya mengenal ciri-ciri petugas resmi PLN.

"Kami hadir ke rumah pelanggan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, memiliki surat tugas, menggunakan tanda pengenal, memakai pakaian seragam rapi, dan tidak menerima pembayaran tunai," tegasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi layanan contact center 24 jam PLN 123 ataupun melalui aplikasi New PLN Mobile.

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Siti Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved