Breaking News:

Kekurangan Vaksin Covid-19, Kabupaten Bandung Barat Lebih Selektif Tentukan Calon Penerima Vaksinasi

Dinas Kesehatan Bandung Barat lakukan penyortiran atau pemilih yang selektif terkait penerima Vaksin Covid-19 di KBB imbas dari kekurangan vaksin

istimewa
Vaksin Covid-19 Sinovac di Bio Farma-Dinas Kesehatan Bandung Barat lakukan penyortiran atau pemilih yang selektif terkait penerima Vaksin Covid-19 di KBB imbas dari kekurangan vaksin Covid-19 di tahap dua ini. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Kesehatan Bandung Barat lakukan penyortiran atau pemilih yang selektif terkait penerima Vaksin Covid-19 di KBB.

Hal ini dilakukan karena jumlah Vaksin yang diterima tidak memenuhi target. 

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bandung Barat, Muhammad Jauhari mengatakan, target sasaran di Vaksinasi prioritas kedua ini sebanyak 13 ribu orang.

Sedangkan vaksin yang diterima dalam dosis satu berjumlah 2.270 Vial. 

Baca juga: Pecah Rekor, Harga Ikan di Jangari Waduk Cirata Tembus Rp 40 Ribu/Kg, Pertama Kali Terjadi

Baca juga: Tinggal 12 Santri, Puluhan Santri Klaster Pontren Persis 67 Kota Tasikmalaya Kembali Dipulangkan

"Karena Datang masih on going, saat ini sasaran kita sampai di angka 13 ribu orang. Sedangkan Selasa kemarin kita menerima total 2.270 Vial untuk Vaksinasi prioritas kedua ini," katanya saat ditemui, Kamis (25/2/2021). 

Jumlah 13 ribu sasaran itu terdiri dari TNI/Polri, pelayan publik, tenaga pendidikan, pedagang hingga wartawan.

Baca juga: Viral Video Kocak, Cewek Berdandan Ala Cowok Digeledah Petugas, Kaget akan Diraba, Udah Tanggung

Baca juga: Stadion GBLA Siap Dipakai Piala Menpora 2021, Biaya Perawatan Mahal, Pengelolaan Bakal Dilelang

Menyikapi kurangnya vaksin, Jauhari mengatakan pihaknya sudah mengajukan Vaksin tambahan ke provinsi, namun hal tersebut akan lama di proses karena dosis yang sudah ditentukan untuk Kabupaten Bandung Barat sendiri.

"Kalau mengajukan kita sudah, tapi itu akan lama bahkan kecil kemungkinan ditambah. Karena kan sistemnya di slot, dan Bandung Barat sudah ditetapkan menerima Vaksin sebanyak 2.270 Vial," katanya. 

Baca juga: Kronologi Oknum Polisi Mabuk Tembak Mati Anggota TNI dan 2 Warga di Cengkareng, Berawal di Kasir

Baca juga: Kasus 4 Petugas Forensik Mandikan Jenazah Bukan Muhrim Dihentikan Kejaksaan, 3 Unsur Tak Terpenuhi

Imbas jumlah Vaksin yang tidak memenuhi target, Jauhari bersama pihaknya melakukan penyortiran persentase penerima vaksin. 

"Kita tentukan skala prioritas mana yang paling tinggi dan harus disegerakan. Seperti TNI/Polri dan pelayan publik yang langsung berhubungan dengan masyarakat yang harus didahulukan." katanya. 

Penulis: Wildan Noviansah
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved