Breaking News:

Kampung Dayang Sumbi di Dago Giri Lembang, Miniatur Kampung Naga, Gak Perlu Jauh ke Tasikmalaya

Gerbang bambu membentang sepanjang 50 meter, patung laki-laki gagah dan perempuan ayu s

Penulis: Wildan Noviansah | Editor: Ichsan
tribunjabar/wildan noviansah
Kampung Dayang Sumbi di Dago Giri Lembang, Miniatur Kampung Naga, Gak Perlu Jauh ke Tasikmalaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT – Gerbang bambu membentang sepanjang 50 meter, patung laki-laki gagah dan perempuan ayu seakan menyambut tamu yang datang.

Deretan rumah bergaya ethnik seakan melengkapi keindahan Kampung Dayang Sumbi di Jalan Dago Giri No 22, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Patung yang berdiri di sana berupakan representasi dari Dayang Sumbi dan Sangkuriang, yang merupakan kisah legendaris yang ada di tanah Sunda.

Sangkuriang jatuh cinta kepada Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibunya sendri. Hingga terciptanya Gunung Tangkubanparahu sebagai bentuk amarah dari Sangkuriang karena cintanya ditolak.

Di tempat itu terdapat Kampung Sunda yang sangat mirip dengan Kampung Adat Naga di Tasikmalaya. Kampung inilah yang diberi nama Ethnic Village atau Kampung Dayang Sumbi.

Baca juga: 6 Pemain Persib Bandung Keluar, 3 Pemain Baru Bakal Merapat, Ini yang Keluar dan Ini yang Baru

Kampung Dayang Sumbi
Kampung Dayang Sumbi (tribunjabar/wildan noviansah)

Kampung Dayang Sumbi merupakan satu destinasi wisata di dalam obyek wisata Dago Dreampark.

Menurut Konten Creator Dago Dreampark, Detrik, wisata Kampung Dayang Sumbi dibangun dengan tujuan memberi edukasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui Kampung Naga

“Jadi bangunan ini dibangun untuk mengedukasi dan memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang Kampung Naga di Tasikmalaya, dari pada harus jauh kesana, disini kita sediakan miniaturnya,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (24/2/2021).

Di dalam wisata tersebut, terdapat 20 bangunan rumah yang berdiri kokoh dengan arsitektur dan suasana yang mirip dengan bangunan rumah di Kampung Adat Naga lengkap dengan pepohonan rindang, suasana sunhyi dan jauh dari kebisingan.

Bangunan rumah berundak tersebut, dibuat bukan untuk tidur tetapi untuk makan para wisatawan. Seperti salah seorang wisatawan asal Bandung, Ahmad yang memboyong keluarganya ke Kampung Dayang Sumbi.

“Kampung Dayang Sumbi menjadi salah satu objek favorit kami, kita pernah beberapa kali datang kesini bair ngerasain sensasi Kampung Naga. Jadinya kan murah, tidak harus ke Tasikmalaya. Kita juga disini bawa bekal dari rumah tersu dimakan di rumah itu,” ujarnya sembari menunjuk kea rah deretan rumah adat.

Baca juga: Geoffrey Castillion Sudah Keluar Bukan Dipinjamkan, Manajemen Persib Bandung Tidak Terus Terang

Untuk bisa masuk ke Kampung Dayang Sumbi, para wisatawan tidak dikenakan biaya sepeser pun. Cukup membayar dibagian loket Dago Dreampark dan sebesar Rp 30.000 sudah bisa memasuki beberapa wahana gratis salah satunya Kampung Dayang Sumbi.

Adapun waktu operationalnay mulai dari pukul 09.00-17.00 untuk hari kerja, dan pukul 08.00-18.00 untuk akhir pekan. Sejauh ini respon antusiasme yang diberikan masyarakat terhadap Kampung adat sangatlah baik karena banyak edukasi dan pengetahuan yang diberikan di dalamnya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved