Breaking News:

Tak Semua Lansia Bisa Disuntik Vaksin Covid-19, Pemilik Penyakit Ini Tidak Diperkenankan

Setelah melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 tahap pertama kepada tenaga kesehatan, pemerintah melanjutkannya ke tahap kedua.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
ILUSTRASI - Kadinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni (kedua kiri), saat memonitor proses vaksinasi Covid-19 bagi nakes di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jumat (5/2/2021). Lansia mulai divaksin Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 tahap pertama kepada tenaga kesehatan, pemerintah melanjutkannya ke tahap kedua.

Sasaran prioritas di tahap ini di antaranya kalangan masyarakat lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 60 tahun.

Untuk mengikutinya, masyarakat lansia pun diberikan pilihan fasilitas kesehatan pemerintah maupun organisasi atau institusi yang bekerja sama dengan pemerintah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyampaikan, kelompok lansia menyumbang sekitar 10,7 persen dari seluruh kasus terkonfirmasi positif.

Namun dijadikan prioritas karena sebesar 48,3 persen dari kasus pasien meninggal Covid-19 adalah kelompok lansia.

"Lansia merupakan kelompok rentan, karena kekebalan tubuhnya pun menurun seiring bertambahnya usia. Dan ketika terjadi infeksi Covid-19, akan semakin parah dengan adanya penyakit penyerta atau komorbid," kata Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (23/2/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Ketahuan Selingkuh, Seorang Pria Nekat Terjun ke Sungai Berarus Deras, Kemudian Ini yang Terjadi

Baca juga: Netizen Minta Rizieq Shihab Dibebaskan Setelah Presiden Timbulkan Kerumunan di Maumere

Untuk program vaksinasi lansia ini dilaksanakan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) mengeluarkan Emergency Use of Authorization (EUA) pada 5 Februari 2021 dan pemberiannya, sama seperti pemberian pada tenaga kesehatan.

Yaitu sebanyak dua dosis suntikan dan untuk dosis vaksin kedua ini diberikan dalam selang waktu 28 hari sejak dosis pertama disuntikkan.

Wiku menyatakan, vaksinasi lansia telah dimulai di ibukota provinsi, terutama di Pulau Jawa dan Bali.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved