Breaking News:

Kisah Pengrajin Langseng, Jualan Sampai Ke Keluar Kota, Tak Pulang Sampai Barang Habis

Pengrajin langseng bersaing dengan rice cooker namun tetap bertahan demi hidupi keluargan hingga ada yang jualan keluar kota

Pengrajin langseng bersaing dengan rice cooker namun tetap bertahan demi hidupi keluargan hingga ada yang jualan keluar kota hingga luar pulau dan tak akan pulang sampai barang habis. 

Kardi menjelaskan, dirinya hanya sebagai pembuat langseng, untuk yang jualan beda lagi orangnya tapi masih orang sekitar.

"Yang jualannya orang sini juga, ini dijualnya ya keliling aja, ada yang dekat dan ada yang jarak jauh," kata Kardi.

Kardi menjelaskan, jualan yang dekat yang keliling di daerah sini saja, untuk yang jauh jualannya, seperti ke Lampung, Padang, Kalimantan, dan lainnya.

Baca juga: Kisah Suci, Siswi Kelas 6 SD Jualan Popcorn di Emper Minimarket, Demi Beli HP untuk Belajar Online

"Jadi yang jualan jauh, bisanya di sini bawa satu truk langseng oleh 4 orang, misal pergi ke Padang di sana sewa satu rumah. Lalu mereka di sana jualan keliling," katanya.

Lama dan sebentar yang berangkat jualan jauh, kata Kardi, tergantung barang yang dibawa dan perjalanan.

"Anak saya juga hingga kini belum pulang sudah dua minggu, dia jualan ke Padang, di perjalanan saja satu minggu jadi lama di jalan," ujarnya sambil tersenyum.

Dulu kata Kardi, saat yang jualan ramai, para pedagang itu nunggu di tempat para pengrajin.

"Ya, nungguin barang selesai dikerjain, pas selesai langsung diambil. Kalau sekarang mah, boro-boro, yang ada juga numpuk," tuturnya..

Kardi mengaku, dirinya sudah membuat langseng sekitar 20 tahun, ia belajar dari kakaknya.

"Pertama ikut kerja di kakak, lalu bikin sendiri. Sebenarnya ini turun temurun, ayah juga dulu bikin dan ayah nerusin dari kakek," katanya.

Baca juga: Gandeng UMKM Lokal, Produk Dari Karawang dan Purwakarta Sudah Dipasarkan Di Jaringan IKEA

Jadi menurut Kardi, para pengrajin langseng di daerahnya sudah turun temurun. Ia mengaku,btakbtahu siapa yang pertama membuat langseng dindaerah tersebut, lara pendahulu pembuat langseng, mungkin sudah tak ada.

"Kini mungkin dilanjutin oleh para cucu-cucunya, jadi para pengrajin sekarang mungkin cucu-cucunya," katanya.

Namun, dikatakan Kardi, dulu tak hanya langseng, mulai dari seeng, kompor minyak, dan dilanjutkan dengan langseng.

"Untuk seeng sekarang bahannya sulit kan dari tembaga, bukannya tidak laku. Kalau kompor (minya), tak laku setelahnya ada kompor gas. Sekarang bikin langseng," katanya.

Menurut Kardi, hingga kini di tengah pandemi Covid 19, belum ada bantuan dari pemerintah, misal dibantu untuk pemasarannya.

"Belum ada seperti itu, selain itu diharapkan bisa cepat normal lagi dan bahan baku turun lagi. Soalnya kan bahan baku mahal, yang jual (langseng) mah sulit untuk menaikkan harganya juga," ucapnya. 

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved