Breaking News:

Vaksinasi Covid-19 Tetap Jalan Saat Bulan Puasa? Berikut Penjelasan Presiden Jokowi

Vaksinasi Covid-19 ditargetkan akan terus berjalan meski di bulan puasa atau bulan Ramadhan namun ada perubahan dalam pengaturannya

tribunjabar/handika rahman
ilustrasi vaksinasi Covid-19 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program vaksinasi Covid-19 akan terus dijalankan oleh pemerintah, termasuk pada saat bulan Ramadhan atau puasa nanti. Tentu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di bulan puasa tidak akan sama dengan hari-hari umumnya.

Untuk itu, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan diubah dan diatur jadwalnya.

Sedangkan terkait ketersediaan vaksinasi, masih ada problem yakni vaksin baru akan memadai di pertengahan tahun 2021.

Baca juga: Sumedang Siap Menjadi Masa Depan Transformasi Digital Jawa Barat

Dikutip dari Kontan.Id, Vaksinasi Covid-19 akan tetap berjalan saat bulan puasa Ramadan nanti. Namun, jadwal vaksinasi rencananya akan diubah jadi malam hari.

"Pada bulan puasa, kemungkinan kita akan tetap vaksinasi, yaitu di malam hari. Yang di siang hari daerah-daerah nonmuslim," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disiarkan dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/2).

Terkait program vaksinasi, dia mengatakan, ketersediaan vaksin Covid-19 masih menjadi masalah utama dalam pelaksanaan program vaksinasi.  Sebab, jumlah vaksin yang tersedia masih sedikit jika dibandingkan kebutuhan nasional.

Baca juga: Suasana Haru Mewarnai Kepulangan Ratusan Santri Ponpes Kota Tasik yang Sembuh dari Covid-19

Jokowi memprediksi, ketersediaan vaksin Covid-19 baru akan memadai pada pertengahan tahun 2021.

"Yang masih jadi problem adalah jumlah vaksin yang ada. Itu akan mencapai titik angka yang paling baik pada semester kedua. Mungkin sebulan bisa 30-40 juta. Bulan Juni atau Juli baru menginjak angka itu," ujarnya.

Hal lain yang menjadi persoalan yaitu tenaga vaksinator. Sebab, 30.000 tenaga vaksinator yang ada saat ini persebarannya tidak merata.

Baca juga: 7 Rumah di Bantargadung Sukabumi Rusak Akibat Pergerakan Tanah, Kades: Kerugian Rp 300 Juta

"Jadi menyebabkan pelaksanaan vaksinasi provinsi satu dengan lain kecepatannya berbeda," ucapnya.

Jokowi pun mengatakan, pemerintah akan menambah tenaga vaksinator dari Kementerian Kesehatan dan TNI-Polri.

Menurut rencana, ada 30.000 tenaga vaksinator dari Kemenkes, dan 9 ribu tenaga vaksinator dari TNI-Polri. "Sehingga mencapai katakan 40.000. Kalau satu vaksinator bisa (menyuntik) 30 (orang), berarti sehari 1,2 juta," kata dia.

Editor: Siti Fatimah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved