Breaking News:

Sosok 4 Ibu Ditahan Berserta Anak Balitanya karena Ribut dengan Pabrik, Gubernur NTB Turun Tangan

Gara-gara aksi pelemparan pabrik tembakau di NTB, empat orang ibu ditahan dan akan disidang pidana dengan ancaman pencara 5 tahun penjara.

Kompas TV
Gara-gara aksi pelemparan pabrik tembakau di NTB, empat orang ibu ditahan dan akan disidang pidana dengan ancaman pencara 5 tahun penjara. 

TRIBUNJABAR.ID - Gara-gara aksi pelemparan pabrik tembakau, 4 orang ibu ditahan dan akan disidang pidana dengan ancaman penjara lima tahun enam bulan penjara.

Keempat orang ibu ditahan beserta anak balita itu adalah Fatimah (49), Martini (22), Hulyiah (40) dan Nurul Hidayah (38).

Mereka adalah warga Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan dan ditahan setelah melempari atap pabrik tembakau dengan batu.

Baca juga: BANJIR PARAH di Bekasi, Ketinggiannya Sampai 2,5 Meter, Warga Mengungsi di Truk Kontainer

Baca juga: Nasib Nissa Sabyan dan Ayus Jadi Juri Voice of Ramadan 2021 Dipertanyakan, Isu Selingkuh Disoroti

Baca juga: Baru Saja Dibeli, Mobil Para Miliarder Baru di Tuban Sudah Rusak, Ini Penyebabnya

Baca juga: Makelar Mobil Mewah Ini Bernasib Sial, Dikira Dapat Komisi Ternyata Uang Nyasar, Kini Jadi Tersangka

Aksi pelemparan pabrik tembakau itu tak terjadi serta merta, tapi ada banyak cerita di belakangnya hingga puncaknya keempat ibu itu jengkel.

Dua di antara empat ibu ditahan karena pelemparan pabrik termbakau, membawa serta balita ke dalam penjara.

Sebab, anak-anak itu terus terusan menanyakan keberadaan ibunya.

Sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat meminta penangguhan penahanan karena pertimbangan ada anak balita. 

Permohonan itu pun dikabulkan. Untuk sementara empat orang ibu ditahan beserta anak balita kini bisa menghirup udara bebas.

Bagaimana fakta terbaru perkembangan kasus tersebut?

Didakwa pasal perusakan

Halaman
1234
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved