Breaking News:

ASN di Kabupaten Cirebon Disarankan Buka Usaha Barbershop, Kenapa? Ini Alasannya

Kepala Disnakertrans Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, menyarankan ASN di Kabupaten Cirebon membuka usaha barbershop.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Disnakertrans Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, saat menyampaikan sambutan dalam Pelatihan Kerja Mandiri Melalui Mutu Minat Usaha Barbershop di BLK Kabupaten Cirebon, Jalan Pangeran Antasari, Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa (23/2/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Kerja Mandiri Melalui Mutu Minat Usaha Barbershop, Selasa (23/2/2021).

Kegiatan itu berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Cirebon, Jalan Pangeran Antasari, Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari tersebut tampak diikuti 30 warga Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, menyarankan ASN di Kabupaten Cirebon membuka usaha barbershop.

"Nantinya, barbershop milik ASN bisa merekrut para kapster yang mengikuti pelatihan ini," ujar Rachmat Taufik Garsadi.

Namun, Rachmat berpesan agar usaha barbershop yang dijalankan harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ia memastikan, kapster lulusan pelatihan kali ini bakal mempunyai keahlian mencukur rambut yang kompeten.

Baca juga: Setara Harga Daging Sapi, Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu di Cianjur

Pasalnya, mereka mendapat keahlian mencukur rambut bukan secara otodidak.

Namun, mereka mendapat teori dan praktik langsung dari mentor Sekolah Cukur yang tentunya profesional di bidang mencukur rambut.

"Yang terpenting tetap mematuhi protokol kesehatan, dan tukang cukur ini bisa naik kelas," kata Rachmat Taufik Garsadi.

Rachmat mengatakan, banyaknya lapangan pekerjaan di Jawa Barat tidak dapat diakses masyarakat karena tidak mempunyai keahlian yang disyaratkan.

Baca juga: 7 Rumah di Bantargadung Sukabumi Rusak Akibat Pergerakan Tanah, Warga Khawatir

Karenanya, keahlian mencukur rambut yang didapat dari pelatihan kali ini bisa menjadi sebuah solusi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.

"Para peserta juga diharapkan menjadi tukang cukur andal setelah mengikuti pelatihan ini," ujar Rachmat Taufik Garsadi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved