Breaking News:

Warga Kutawaringin Bandung Waswas, Pergerakan Tanah Rusak Puluhan Rumah, Khawatir Semakin Parah

Warga yang menjadi korban pergerakan tanah di Kabupaten Bandung waswas bencana lebih besar menimpa.

Istimewa
Sebanyak 28 rumah rusak akibat adanya pergerakan tanah rayapan di Desa Buninagara, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Cikadu Kidul, Desa Buninagara, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, yang rumahnya rusak akibat adanya pergerakan tanah, merasa khawatir terjadi bencana yang dampaknya lebih parah.

Ketua RT 01, Kampung Cikadu Kidul, Odang Setiawan, mengatakan, dengan adanya retakan tanah warga khawatir jika terjadi hal yang tak diinginkan.

"Tapi mau gimana lagi, warga masih tetap tinggal di rumahnya masing-masing karena bingung mau ke mana," ujar Odang, saat dihubungi tribun jabar, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Hujan Lebat Diperkirakan Terjadi di Kota Sukabumi Siang Ini, Warga Diminta Waspada

Baca juga: Rumah Janda Tua di Simpenan Kabupaten Sukabumi Ambruk, Konstruksi Sudah Lapuk

Odang menambahkan, di daerahnya tak ada tempat pengungsian, paling jika terjadi sesuatu mengungsi ke madrasah.

"Yang terdampak berada di dua RT, yakni RT 01 dan RT 04, rumah yang terdampak berjumlah 28 rumah, 22 rusak ringan, dan 6 rusak berat," kata Odang.

Odang mengatakan, rumah yang rusak akibat pergerakan tanah, terdapat retakan di dinding dan lantainya. 

Rumah Odang sendiri termasuk yang terdampak dengan kategori rusak berat.

Rumah Odang rusak di bagian dinding dan lantainya.

"Ya, rumah saya retak dinding dan lantainya, tapi rumah saya semi permanen. Lebih parah rumah ibu saya yang rumahnya permanen, retak di dinding dan lantainya," ucap dia.

Odang memaparkan, dari 28 rumah yang terdampak, dihuni oleh 36 kepala keluarga (KK).

"Dari 36 KK terdapat 119 jiwa, 13 balita, 2 ibu hamil, dan 3 lansia," tuturnya.

Odang mengatakan, ia dan masyarakat lain, bukannya tak mau untuk pindah ke tempat yang lebih aman, tapi tak tahu akan pindah ke mana. 

Saat disinggung, bagaimana jika direlokasi, Odang, mengaku tak masalah.

"Asal jelas direlokasi ke mana, masyarakat pasti akan nurut jika itu untuk kebaikan. Sebab kan sekarang juga waswas," ucapnya.

Baca juga: KECELAKAAN MAUT, Mobil Avanza Hancur Setelah Tabrakan dengan Bus Intra, Sembilan Orang Meninggal

Baca juga: Mang Aleh Terkejut Saat Pulang dari Masjid, Rumah Terbakar, Istrinya Meninggal

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved