Breaking News:

Ternyata, Masih Banyak Orang di Jawa Barat yang Enggan Jalani Vaksinasi Covid-19. Ini Alasannya

Komunikasi publik akan diperbanyak untuk menyosialisasikan vaksinasi Covid-19. Sebab, masih ada warga yang takut menjalani vaksinasi.

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Jumlah vaksinator di Jawa Barat akan ditingkatkan. 

"Kami akan lakukan komunikasi publik secara spesifik dan khusus, seperti kepada generasi Z," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam webinar, Minggu (21/2/2021).

Gubernur mengatakan masih tingginya angka penolakan vaksin dari masyarakat ini membutuhkan sosialisasi dari para pemuka agama, khususnya para ulama dan kiai di Jawa Barat.

"Peran ulama untuk memberikan fatwa vaksin ini sangat besar," katanya.

Di sisi lain, pihaknya terus mengupayakan penambahan vaksinator atau tenaga penyuntik vaksin.

Dari awalnya baru 11 ribu tenaga vaksinasi menjadi tiga kali lipatnya lagi.

Hal ini dilakukan untuk mencapai target vaksinasi kepada 70 persen warga Jabar, yakni 36,5 juta jiwa dalam waktu delapan bulan.

"Saya sudah hitung, ketidakcukupan infrastruktur yang menjadi ancaman. Herd immunity bisa dilakukan, tapi kalau dosis vaksinnya siap tapi lambat, orang yang sudah divaksin duluan dan antibodinya sudah melemah, akan bertemu dengan yang antibodinya baru terbentuk karema baru divaksin. Makanya harus cepat vaksinasi ini," katanya.

Dia pun mengusulkan vaksinasi dilakukan di luar puskesmas, seperti aula, gelanggang olahraga, dan fasilitas lainnya.

Mengingat di Jabar hanya memiliki 1.000-an puskesmas untuk 5.000-an desa.

"Kalau hanya mengandalkan puskesmas, akan perlu waktu bertahun-tahun. Kalau barang tersedia, kami akan maksimalkan GOR, lapangan bulu tangkis, dan lainnya, seperti yang dilakukan di Sabuga beberapa waktu lalu," katanya.

Untuk menjangkau daerah terpencil, pihaknya sudah minta izin untuk keliling desa dan pelosok menggunakan mobil vaksinasi. Opsi vaksinasi mandiri untuk mempercepat herd immunity pun terus dilakukan. (*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved