Breaking News:

Ternyata, Masih Banyak Orang di Jawa Barat yang Enggan Jalani Vaksinasi Covid-19. Ini Alasannya

Komunikasi publik akan diperbanyak untuk menyosialisasikan vaksinasi Covid-19. Sebab, masih ada warga yang takut menjalani vaksinasi.

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Jumlah vaksinator di Jawa Barat akan ditingkatkan. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komunikasi publik akan diperbanyak untuk menyosialisasikan vaksinasi Covid-19. Sebab, masih ada warga yang takut menjalani vaksinasi.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator, hampir semua warga sudah tahu pemerintah telah memulai program vaksinasi virus corona, yakni 91,3 persen.

Mayoritas warga juga setuju dengan pendapat bahwa mereka menerima vaksin jika telah dinyatakan halal, yakni sebanyak 81,9 persen.

Namun, sangat banyak warga yang kemudian tidak bersedia divaksin yakni sebanyak 41 persen.

Dari angka tersebut, 54,2 persen di antaranya tidak mau divaksin karena alasan efek samping vaksin yang belum dipastikan.

Kemudian yang meragukan efektivitas vaksin sebanyak 27 persen, merasa sehat atau tidak membutuhkan sebanyak 23,8 persen, dan menolak jika harus membayar sebanyak 17,3 persen responden.

Pada kelompok yang bersedia divaksin (54,9 persen), mayoritas tidak bersedia jika harus membayar (70 persen) dan sekitar 23,7 persen bersedia divaksin meski harus membayar.

Atau secara total sekitar 38,4 persen tidak bersedia diberi vaksin jika harus membayar atau membeli, dan hanya sekitar 13 persen yang bersedia diberi vaksin meski harus membayar atau membeli.

Efektivitas vaksin dalam mencegah tertularnya virus corona pun hanya dipercaya oleh sekitar 53,5 persen warga, yang tidak percaya sekitar 30,3 persen, dan selebihnya tidak bisa menilai, 16,3 persen.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved