Breaking News:

Sering Dilalui Kendaraan yang Melebihi Tonase, Jalur Lingkar Selatan Sukabumi Rusak dan Berlubang

Maksimum tonase di jalan provinsi hanya delapan ton, sedangkan saat ini kendaraa yang melintasi jalan tersebeut lebih dari 10 ton.

Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Kasi Perencanaan Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Abdul Muiz. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang menyebutkan, kerusakan Jalan Lingkar Selatan Sukabumi karena sering dilalui kendaraan melebihi kapasitas.

Kasi Perencanaan Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Abdul Muiz, mengatakan, maksimum tonase di jalan provinsi hanya delapan ton, sedangkan saat ini kendaraa yang melintasi jalan tersebeut lebih dari 10 ton.

"Dalam memelihara ata menjaga Jalan itu, harus ada sinegritas antara Bina Marga, kepolisian, dan Dishub. Karena kalau dipaksakan juga, kita sudah punya kapasitas maksimal," katanya saat ditemui di ruangannya, Senin (22/2/2021).

Hingga sejuauh ini, lanjut dia, koordinasi dengan Dinas Marga dan Kepolisian sudah terjalin dengan baik. Namun instansi tersebut dalam mengawasi Jalan Lingkar Selatan tidak maksimal, sehingga kendaraan yang melebihi kapasitas ruas tersebut tidak terawasi.

"Kalau dibiarkan begitu saja itu kita rasakan selama ini Bina Marga yang kena batunya kenapa apa tidak ada perawatan, peningkatan atau pembangunan,” katanya.

Ia mengatakan, sejauh ini Dinas Bina Marga terus berupaya koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dishub terkait dengan banyaknya kendaraan berumuatan berat yang melintas di Jalan Jalur Lingkar Selatan.

Baca juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Cimanggung, Korban Ternyata sempat Tabrak Wanita sebelum Ditusuk

“Kita terus berkoordinasi tapi nyatanya apa yang terjadi di lapangan tindakannya seperti apa, pemberlakuan aturan perundang-undangannya dijalankan atau tidak, kita tidak tau," ucapnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya dalam melakukan perawatan setiap tahun sudah terdapat anggaran, dan selalu dilakukan perbaikan atau perawatan dalam setiap bulan atau per tahunnya.

Baca juga: Longsor Terjang Pemakaman, 10 Jenazah Terbungkus Kain Kafan Hanyut Terbawa Arus Sungai

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved