Breaking News:

Penasaran, Warga Berbondong-bondong Datangi TKP Kasus Pembunuhan di Kabupaten Sukabumi

uluhan warga berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP) kasus pembunuhan di Kampung Cimapag RT 03 RW 07, Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang.

Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Puluhan warga berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP) kasus pembunuhan di Kampung Cimapag RT 03 RW 07, Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/2/2021). 

Saat ini, kepolisian masih memeriksa terduga pelaku pembunuhan tersebut. 

Terungkapnya kasus pembunuhan itu setelah ada penemuan tulang-belulang pada Jumat (19/2/2021).

Ketua RT 03, Aep Saepudin, mengatakan, warga setempat mengira korban bernama Kasinem (65) itu pulang ke Jawa.

Namun, warga merasa aneh karena korban tidak menitipkan rumah ke warga setempat, karena biasanya ketika bepergian, korban selalu menitipkan rumah ke warga.

Baca juga: Waspada Longsor Sampah, TPA Cibeureum Sumedang Overload, Dampak Buruk Menanti

"Mula-mulanya katanya dia ini mau ke Jawa, ditelusuri sama-sama orang dekat rumah, si Mbak (korban) ini dia mau ke Jawa. Tapi saya curiga kalau mau ke Jawa biasanya kalau mau ke Cipanengah juga dia itu bicara nitipin rumah," ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

"Apalagi sekarang bicara mau ke Jawa pasti dia ngomong sejauh mungkin dia bicara, terus lama-lama ini orang belum ada juga. Terus saya lapor ke desa ini orang mau nyaba (karena takut hilang, red)," sambung dia.

Lama-kelamaan warga merasa curiga, sampai akhirnya tercium bau menyengat di belakang rumah korban yang ditemukan oleh warga yang sedang mencari rumput.

Baca juga: VIDEO-Ibu Hamil Butuh Bantuan Perahu Karet, Minta Dievakuasi dari Banjir yang Mengepung di Karawang

Ia menjelaskan, warga tersebut pun langsung menghampiri titik bau menyengat dan menemukan tumpukan tanah yang ditutup kayu bakar.

"Ada kayu bakar, kemudian di bawah kayu bakar ada tanah, terus anjing juga ingus-ingusin ke tanah. Kemudian dia (pencari rumput) lari ke sini dibuka (kayunya), pertama menyengat baunya. Kemudian dia pulang panggil tiga teman untuk gali, digali makin dalam terus menyengat baunya. Kemudian lapor ke saya, ke RT, dipanggil semua warga, digali lagi," ucapnya.

"Setelah satu meter ada rambut, kemudian saya periksa dan saya ingat rambut ini orang (korban). Terus digali lagi ada tulang-belulang, kemudian ada tulang punggung kosong," jelasnya.

Baca juga: Ibu Cegat Bupati Garut, Nangis Suami PNS Sudah Lama Tidak Pulang, Disebut Selingkuh, Bawa Bukti Ini

(*)

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved