Breaking News:

Bupati Garut Akui Kesulitan Mencari Tanah untuk Relokasi Korban Longsor Cilawu, Pengungsi Bertambah

Tanah yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh Pemkab Garut tidak lulus uji geologi karena masih berada di zona bahaya.

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Foto udara kondisi tanah longsor di Desa Jayamekar Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Bupati Garut mengaku kesulitan mencari tanah untuk lokasi relokasi korban longsor Kampung Cipager, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

"Sekarang kami ini sedang kesulitan mencari tanah untuk relokasi korban longsor Cilawu," kata Rudy, Senin (22/02/2021).

Tanah yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh Pemkab Garut tidak lulus uji geologi karena masih berada di zona bahaya.

"Tempat kemarin yang mau kita beli yang satu hektar itu tidak lulus dari geologinya, karena berdekatan sama bahayanya," ucapnya.

Menurut Rudy, pihaknya kini tengah kebut cari solusi untuk menangani korban longsor.

"Saya sudah intruksikan ke camat, supaya negosiasi dengan warga, supaya melakukan kesepakatan dimana atuh (lokasi relokasi)," katanya

Status tanggap darurat longsor Cilawu kini diperpanjang selama tujuh hari kedepan.

Baca juga: Kronologi Perang Gangster di Cirebon, Nyerang Pakai Senjata Tajam, Detik-detik Kejadiannya Mencekam

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat setiap waktu masih ada pergerakan tanah di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, masih terus terjadi.

"Kondisi masih ada pergerakan kecil, jadi semakin meluas. Jumlah pengungsi juga terus bertambah," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Tubagus Agus Sofyan, Senin (22/02/2021).

Data terkini, jumlah pengungsi mencapai 90 Kepala Keluarga (KK) atau 308 jiwa yang berasal dari dua RW, Cipager dan Kampung Babakan Kawung, Desa Karyamekar.

Ada empat tempat pengungsian untuk menampung warga yang terimbas, yakni SD Karyamekar, Aula Desa Jayamekar, dan Madrasah Nurul Iman yang dikhususkan untuk menyimpan barang-barang milik korban.

Baca juga: Ada Peningkatan Aktivitas Gempa Bumi Dibandingkan 2020 Lalu, Ini 4 Faktanya

Baca juga: Setelah Bertemu Ridwan Kamil di Bandung, Sandiaga Uno Akan Kembali Hadiri Lima Agenda di Jabar

Penulis: Sidqi Al Ghifari
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved