Breaking News:

4,4 Juta Lansia Divaksinasi Covid-19 Rabu Pekan Ini, Jabar Prioritaskan Daerah Rawan

Pada Rabu pekan ini 4,4 juta lansia akan mendapat vaksinasi Covid-19 dan Jawa Barat akan memprioritaskan daerah rawan penyebaran virus corona

Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Nakes Lansia saat dilakukan suntik vaksin Covid-19 - Pada Rabu pekan ini 4,4 juta lansia akan mendapat vaksinasi Covid-19 dan Jawa Barat akan memprioritaskan daerah rawan penyebaran virus corona 

“Ketika kita teknis vaksinasi kita harus ingat bahwa keyakinan mau divaksin itu ternyata baru setengahnya, sehingga kita perlu melakukan kampanye semaksimal mungkin kepada masyarakat,” tuturnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan lansia lebih difokuskan pada vaksinasi tahap kedua karena risiko kematiannya paling tinggi di antara kelompok lain. 

Baca juga: Kronologi Perang Gangster di Cirebon, Nyerang Pakai Senjata Tajam, Detik-detik Kejadiannya Mencekam

“Mereka adalah grup yang harus dilindungi terlebih dahulu. Dari yang sudah terpapar COVID-19, sebanyak 50 persen  adalah lansia. Dari kematian yang sudah terpapar covid, 50 persen adalah lansia,” katanya.

Bersamaan dengan lansia, petugas publik juga akan menjadi sasaran. Termasuk ke dalam petugas publik seperti aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, pedagang pasar, pekerja seni dan pariwisata, dan sejenisnya.

“Karena setiap hari mereka bertemu dengan orang banyak,” lanjutnya.

Menteri meminta para pimpinan daerah mempercepat proses vaksinasi dengan metode sentra-sentra vaksin secara massal. Pemerintah, sebutnya, membutuhkan kerja sama penyediaan banyak tempat publik untuk vaksinasi massal. 

“Tapi tetap mengindahkan protokol kesehatan,” katanya.

Di tingkat nasional sendiri vaksinasi sudah dimulai hari ini. Jutaan vaksin mulai didistribusikan ke provinsi yang akan disalurkan ke kabupaten/kota. Vaksinasi tahap kedua ditargetkan berakhir Juni 2021 sebelum nanti akan dilaksanakan vaksinasi tahap ketiga.

“Pada bulan Februari sebanyak 6,3 juta ke tiap provinsi vaksin dikirim dalam kemasan 10 suntikan, lebih besar sehingga memang seluruh tenaga kesehatan akan lebih efisien dalam pengambilannya,” tuturnya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved