Breaking News:

Purwakarta Siaga di Tengah Cuaca Ekstrem, Ini Wilayah yang Masuk Zona Merah Bencana Alam

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Purwakarta bersiaga di tengah kondisi cuaca ekstrem, yaitu hujan dengan intensitas tinggi.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Giri
Istimewa
Tim SAR dibantu warga melakukan evakuasi korban longsor di Kampung Babakan RT 01/02, Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Bencana tanah longsor sering terjadi di Purwakarta saat musim hujan. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Purwakarta bersiaga di tengah kondisi cuaca ekstrem, yaitu sering turun hujan dengan intensitas tinggi.

Kewaspadaan ditingkatkan karena beberapa wilayah di kabupaten ini rawan terjadinya bencana alam saat diguyur hujan, seperti longsor atau pergerakan tanah.

Kepala DPKPB Purwakarat, Wahyu Wibisono, mengungkapkan, pihaknya telah menyiagakan posko dan pasukan gabungan terdiri atas TNI-Polri, BPBD, Tagana, hingga relawan dari forum penanggulangan bencana dan pramuka, untuk dapat langsung menanggulangi permasalahan bencana alam.

"Kami sudah kuatkan komunikasi dengan semua pihak sebagai langkah antisipasi agar terminimalisasi dampak yang timbul dari bencana alam di musim hujan. Kami juga sudah petakan wilayah yang rawan bencana alam, misalnya rawan pergerakan tanah, hingga banjir cileuncang," ujarnya, Minggu (21/2/2021), melalui sambungan telepon.

Sejak awal 2021, kata Wibi --sapaannya--, telah terjadi delapan bencana alam. Longsor dan pergerakan tanah paling mendominasi.

Baca juga: Fungsi Lain Sendok Saat Berada di Tangan Tahanan, Lubangi Tembok untuk Kabur Tapi Ditangkap Lagi

Baca juga: Pemeran di Sinetron Buku Harian Seorang Istri Disuruh Ngegombal, Hana Saraswati Jadi Pemenangnya

Terakhir, bencana longsor terjadi di jalur Lingkar Barat, Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari.

Longsoran tanah itu hingga menutup badan jalan dan sempat tak bisa dilalui kendaraan.

"Kalau longsor biasa terjadi di Kecamatan Bojong, Wanayasa, Campaka, dan Sukasari. Namun, kalau genangan air atau cileuncang terjadi di wilayah kota, serta pergeseran tanah biasa di Kecamatan Tegalwaru," ujarnya. 

Pengalaman sebelum-sebelumnya, kata Wibi, bencana pergerakan tanah memang sering terjadi di saat pergantian musim seperti saat ini.

Terlebih, hal itu biasa terjadi di wilayah yang berada di daerah perbukitan yang kontur tanahnya labil.

"Kami wilayah kerja ada tiga zona gerakan tanah, yaitu zona hijau (kerentanan gerakan tanah rendah), zona kuning (kerentanan gerakan tanah sedang), dan zona merah (kerentanan gerakan tanah tinggi). Jelas yang kami waspadai zona merah dan kuning," katanya.

Baca juga: KEJUTAN, Ridwan Kamil Tempel Prabowo Subianto dalam Survei Elektibilitas Capres di Pilpres 2024

Wilayah zona merah tersebar di beberapa desa yang ada di 12 dari 17 kecamatan yang ada, seperti Kecamatan Cibatu, Darangdan, Jatiluhur, Kiarapedes, Wanayasa, Pondoksalam, Pasawahan, Sukasari, Sukatani, Maniis, Tegalwaru, Plered, dan Purwakarta.

Sementara zona kuningnya, ialah Kecamatan Babakancikao dan Bojong, serta kategori sedang-rendah ada di Kecamatan Campaka dan Bungursari.

"Seluruh wilayah berpotensi longsor tapi kebanyakan terjadi di wilayah perbukitan," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved