Breaking News:

Karena Ulah Paman, Hutang Narkoba Rp 15 Juta, Keponakan Disandera dan Minta Tebusan, Diancam Dibunuh

Karena ulah seorang pamabn yang berhutang narkoba Rp 15 juta, keponakan jadi korban disanderan dan diancam dibunuh

web
Ilustrasi penculikan-Karena ulah seorang pamabn yang berhutang narkoba Rp 15 juta, keponakan jadi korban disanderan dan diancam dibunuh 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gara-gara ulah seorang paman, keponakannya harus menanggung perbuatan pamannya tersebut. Sang paman berhutang Rp 15 juta kepada seseorang.

Ternyata hutang pamanya tersebut karena terlibat narkoba.

Sang paman tidak dapat membayar hutang tersebut dan dua pelaku penagih hutang meemilih menyandera keponakan agar ditebus dengan uang senilai hutang sang paman.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Daerah Ini Capai 2.426, Pasien Meninggal Kebanyakan Bukan Lansia Tapi Golongan Ini

Dilansir dari Kompas.Com, lantaran pamannya terlilit utang narkoba sebesar Rp 15 juta, M Aldi (18) warga Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan menjadi korban penculikan.

Aldi diculik dan disandera sebagai jaminan sejak (8/2/2021) kemarin oleh dua pelaku yakni Rakai dan Budi yang sudah ditetapkan sebagai DPO.

Aldi disandera oleh kedua pelaku di Desa Mulya Jaya, RT 03, Kecamata Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung.

Baca juga: Malaysia, Taiwan, Hongkong, dan Singapura Paling Banyak Dipilih TKI Asal Pangandaran untuk Bekerja

Kapolsek Ilir Barat 2 Palembang Kompol M Ikhsan mengatakan, kejadian bermula saat korban bertemu dengan kedua pelaku di rumah pamannya di kawasan Kertapati Palembang.

Saat itu, Rakai dan Budi sedang mencari Deni yang merupakan paman korban untuk menagih utang narkoba sebesar Rp 15 juta.

Namun, Deni ternyata sedang tidak ada di rumah hingga kedua pelaku langsung menculik korban dan membawanya ke Kabupaten Tulang Bawang sebagai sandera.

"Korban langsung diikat dan matanya ditutup. Kemudian pelaku meminta uang tebusan ke orangtuanya sebesar Rp 15 juta, jika tidak dituruti korban akan dibunuh, "kata Ikhsan saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: VIDEO-Warga Perumahan Karaba Karawang Sudah Menduga Air akan Naik Lebih Tinggi, Siaga Sejak Malam

Halaman
12
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved