Breaking News:

Banjir Jakarta

INNALILLAHI, Sutarno Warga Jakarta Meninggal Dunia Terjebak Banjir di Rumahnya, Pintu Terkunci

Innalillahi, banjir Jakarta memakan korban meninggal dunia. Sutarno meninggal terjebak banjir, pintu rumahnya terkunci.

Tribun Jabar/Irvan Maulana
ILUSTRASI --- Innalillahi, banjir Jakarta memakan korban meninggal dunia. Sutarno meninggal terjebak banjir, pintu rumahnya terkunci. 

TRIBUNJABAR.ID - Innalillahi, banjir Jakarta memakan korban meninggal dunia.

Pria bernaa Sutarno meninggal dunia terjebak banjir di rumahnya sendiri, di Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021).

Dari informasi yang beredar di media sosial, pintu rumah Sutarno terkunci sehingga dia tak bisa dievakuasi dari banjir Jakarta yang menggenangi sejumlah wilayah.

Baca juga: Warga Terdampak Banjir Diimbau Segera Mengungsi, Sebanyak 34 Desa di Karawang Terendam Banjir

Baca juga: BANJIR JAKARTA DAN JABAR BIKIN TAKUT, Bisa Makan Banyak Korban, 1.367 Gardu Listrik Terendam

Baca juga: Panggilan Sayang Nissa Sabyan Jadi Sorotan, Balasan Ayus Bikin Gemas Netizen, Beredar Bukti Baru?

Usia Sutarno 56 tahun. Dia kemudian dievakuasi, diurus jenazahnya dan dimakamkan di TPU Kampung Kandnag Jagakarsa.

Saat ini genangan di KM 19 arah Jakarta terpantau berada di bahu jalan, lajur 1 sampai lajur 3.
Saat ini genangan di KM 19 arah Jakarta terpantau berada di bahu jalan, lajur 1 sampai lajur 3. (reynas abdila/tribunnews.com)

Anies Baswedan Sebutkan Penyebab Banjir

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap penyebab banjir Jakarta hari ini, Sabtu (20/2/2021).

Dia mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terkahir wilayah Jabodetabek mengalami kondisi hujan ekstrem dengan intensitas di atas 150 mm/hari.

 “Sejak tadi malam Jakarta dan sekitarnya mengalami hujan yang cukup intensif di Pasar Minggu. Ini catatan dari BMKG, curah hujan sampai 226 mm, di Sunter Hulu 197 mm, di Halim sampai 176 mm, Lebak Bulus 154 mm. Semua angka di atas 150 mm, adalah kondisi ekstrem,” ungkap Gubernur Anies saat meninjau langsung ketinggian air di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021) pagi, sebagaimana dalam siaran persnya, dikutip dari Kompas TV.

Menurut Anies, kondisi hujan ekstrem inilah yang membuat beberapa wilayah di Jakarta tergenang air. Pasalnya, kapasitas sistem drainase saat ini ada di Jakarta berkisar 50 sampai 100 mm. Sehingga apabila terjadi hujan di atas 100 mm per hari, maka akan terjadi genangan.

Meski demikian, Anies menegaskan bahwa prioritas Pemprov DKI dalam penanganan genangan ada dua, pertama adalah tidak adanya korban jiwa dan kedua genangan harus surut kurang dari 6 jam setelah turun hujan.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved