Breaking News:

Mubes II Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi

Dr Pitoyo dari Tribun Network Terpilih Jadi Ketua Umum Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi

Musyawarah besar (Mubes) Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK) UNPAD berhasil memilih Dr Pitoyo, M.Ikom sebagai ketua umum periode 2021-2023.

TRIBUN JABAR
Ketua Umum Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi, Dr. Pitoyo. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Musyawarah besar (Mubes) Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK) UNPAD berhasil memilih Dr Pitoyo, M.Ikom sebagai ketua umum periode 2021-2023.

Mubes yang dilangsungkan secara virtual diawali dengan seminar Internasional dengan tema Peran Komunikasi dalam Indonesia Emas dengan menghadirkan pembicara Duta Besar Indonesia di Singapura, Suryopratomo; Kepala BNP, Komjen Pol Boy Rafli Amar; dan  Direktur Pemberitaan Media Grup,  Usman Kasong, dimoderatori oleh Dr Hafizni.

Dr Aceng Abdullah, Sekjen IDIk, mengatakan Mubes merupakan acara pengambilan keputusan tertinggi dalam IDIK. Selain memilih calon ketua Umum IDIk 2021 - 2023, juga menyusun program untuk kepentingan ilmiah keilmuan juga profesional dengan doktor komunikasi.

Ketua Umum IDIK 2017-2020 Dr Rahmat Edi Irawan, menjelaskan ada empat calon Ketua Umum IDIK yang diseleksi dari usulan 300 lebih doktor alumni UNPAD. Nama calon ketua; Dr H Eka Yusuf, M.IKom, Dr Eki Baihaki, M.Si, Dr Hadiwiya dan Dr Pitoyo, M.IKom.

Setelah keempat calon memaparkan visi dan misi, maka pemilihan secara online pun dilakukan dan Dr Pitoyo terpilih dengan suara terbanyak 27 suara, Dr H Rd Eka Yusup, M.IKom, 13 suara, Dr Eki Baihaki, M.Si, 10 suara dan Dr Hadawiah SE, M.Si sebanyak 7 suara.

Menurut Pitoyo, tantangan IDIK adalah membangun komunikasi yang sehat bersama dengan pemerintah dan lembaga bisnis profesional, agar masyarakat tidak hanyut dalam komunikasi yang kurang sehat.

“IDIK ini punya peran penting untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan lembaga bisnis profesional dalam hal komunikasi yang sehat untuk bangsa ini,” kata Pitoyo, yang juga Business Development Tribun Network, Kompas Gramedia.

Komunikasi yang sehat, menurut Suryopratomo,  sangat diperlukan. Mas Tomi, panggilan akrab Dubes, menjelaskan negeri Indonesia ini ternyata di mata dunia sangat disegani. Namun ketika berada di dalam negeri seolah karut-marut.

“Kita ini ketika di negeri sendiri seperti katak dalam tempurung, tapi ketika di Singapura saya lihat justru banyak yang respek dari para dubes negara-negara besar pada Indonesia,” kata Mas Tomi.

Komjen Dr Boy Rafli Amar menegaskan bahwa komunikasi yang efektif dari para pakar komunikasi yang disinergikan dengan pemerintah ini akan memudahkan pemerintah dalam mengurangi berkembangnya paham radikalisme dan ekstremisme.

Indonesia memang disebut merosot dalam indeks demokrasi, namun Menurut Usman Kasong, hal ini juga dialami oleh Amerika dan negara maju lainnya di Eropa.

Dekan Fakultas Ilmu Komuniksi UNPAD Dr Dadang Rahmat Hidayat mengatakan, komunikasi memegang peran sentral dalam pembangunan di negeri ini. Pemerintah akan sangat terbantu apabila program kerjanya dapat dikomunikasikan secara efektif.

Ketua IDIK periode 2017 - 2020 Dr Rahmat Edi Irawan, merasa bersyukur dengan adanya IDIK maka dapat menjadi rumah bersama para doktor alumni UNPAD.

“Semoga selalu kompak dan harmoni untuk Indonesia Emas, “ jelas Rei panggilan akrab Rahmat Edi Irawan. (*)

Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved