Breaking News:

Warga di Desa Ini Mendadak Kaya, Rata-rata Dapat Ganti Untung Mulai Dari Rp 150 Juta hingga Miliaran

warga Kawungsari saat mendadak kaya dan punya uang, BPD tidak bosan memberikan saran dan pengingatan kepada warga agar tidak boros

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Warga Desa Kawungsari, Cibeureum, Cahyono (baju putih) yang membeli motor baru. Warga desa ini mendadak jadi miliarder karena terdampak pembangunan Waduk Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID,  KUNINGAN - Jumlah ganti untung yang didapat warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, akibat pembangunan waduk Kuningan ini rata-rata terbilang fantastis, mulai Rp 150 juta hingga ada di atas satu Miliar.

Hal itu dikatakan Kepala BPD Desa Kawungsari, Wahyudin, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (19/2/2021).

Wahyudin mengatakan, jumlah keuntungan yang diterima itu berdasarkan kesepakatan yang diatur pemerintah. Kondisi ini, awalnya berdasarkan aturan jual beli tanah dengan hitungan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak).

"Setelah tidak menemukan titik terang dan ada kekhawatiran dalam pembayaran pajaknya, akhrinya ganti untung tanah dan bangunan rumah itu dilakukan berdasar solutium, atau lamanya berdomisili pemilik rumah warga tersebut," ujarnya.

Perhitungan itu berhasil dan masuk tahap pertama, pemerintah mengeluarkan uang sebesar Rp 170 Miliar.

"Iya tahap pertama sekitar 170 miliar warga terima biaya ganti untung tersebut," ujarnya.

Menyinggung soal warga Kawungsari saat mendadak kaya dan punya uang, kata Wahyudin, BPD tentu tidak bosan memberikan saran dan pengingatan kepada warga agar tidak boros menggunakan uang tersebut.

Baca juga: Tas Kecil Amanda Manopo saat Jadi Andin Ikatan Cinta Disebut Mirip Ketupat, Ternyata Seharga Motor

"Ya, meski itu uang mereka mutlak ia miliki. Namun tidak ada salahnya, kami sebagai BPD untuk selalu mengingatkan untuk lebih efektif efisien dalam menggunakan uang tersebut," ujarnya.

Mengenai keamanan dan kenyamanan warga mendadak kaya di desa, Wahyudin mengatakan, pihaknya dari awal selalu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan petugas kepolisian dan unit langsung dari Polres Kuningan.

"Selama ini kami selalu kordinasi dengan Kepolisian dari Polres maupun dari Polsek setempat.

Selain itu, kepada warga juga itu sudah diberitahukan bahwa untuk uang itu jangan disimpan di rumah.

"Dari sosialiasi keamanan tadi, itu berhasil dan warga kami simpan uang di Bank yang setiap dibutuhkan bisa melalui pencarian langsung atau pakai ATM," ujarnya.

Baca juga: Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, TNI-Polri di Majalengka Kompak Tambal Jalan Berlubang

Baca juga: Ada Rekayasa Lalin di Sekitar Alun-alun, Dewan: Awas Mata Pencaharian Pedagang Kecil Putus

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved