Breaking News:

VIDEO Warga Geruduk Kandang Sapi di Cisolok Sukabumi, Dinilai Cemari Lingkungan

Sejumlah orang mengeruduk kandang peternakan sapi di Kampung Marinjung Girang RT 01 RW 08, Desa Karangpapak

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sejumlah orang mengeruduk kandang peternakan sapi di Kampung Marinjung Girang RT 01 RW 08, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021).

Warga mendatangi kandang peternakan sapi itu untuk melakukan protes kepada kelompok tani Ciraden Girang (pengelola sapi) yang diduga mencemari lingkungan.

Salah seorang warga, Panpan (29) mengatakan, ia mengeluhkan perizinan peternakan tersebut.

Serta anaknya yang mengalami bintik-bintik karena diduga limbah kotoran sapi itu mengalir ke saluran air yang biasa warga gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi.

Baca juga: Rekomendasi Film Pandora Bencana Gempa Bumi dan Ledakan Nuklir Tayang di Netflix Berikut Sinopsisnya

"Tempuh perizinan dari pembikinan sampai sekarang tidak ada surat izin lingkungan warga setempat terutama yang dikhawatirkan dampaknya. Malah anak saya terkena dampak bintik-bintik di paha dan badan," ujarnya kepada wartawan.

Ia berharap, pengelola peternakan itu segera membenahi pembuangan limbah kotoran sapi tersebut, agar tidak terjadi dampak yang lebih besar.

"Pengen dibenahi kotoran di sini. Jangan sampai air mengalir ke sungai air yang kami pakai, sudah tiga bulan ini dibangun," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang anggota Kelompok Tani Ciraden Girang, Robi Farid mengatakan, dari mulai pembangunan sampai saat ini pihaknya sudah mengantisipasi pencemaran lingkungan dampak adanya kandang sapi tersebut.

Baca juga: Al Tiba-tiba Membentak Andin, Hubungan Mereka Runyam Lagi, Sinopsis Ikatan Cinta 19 Februari 2021

"Sejauh ini kami dari kelompok tani, karena tujuannya mengolah pupuk organik seminimal mungkin kami mengantisipasi pencemaran lingkungan, baik itu kotoran cair maupun padatya. Untuk sementara warga belum ada laporan warga dekat dengan kandang ini," katanya.

"Sudah tiga bulan program dari Kementan, sapi 8 ekor. Kategori daging ternak, besar di potong belikan lagi yang kecil. Mudah-mudahan jadi tambah banyak sisanya kita ternakin, kembang biakan," tuturnya.

Menanggapi adanya keluhan warga yang langsung mendatangi kandang sapi milik kelompoknya, Robi menegaskan hal itu wajar.

Menurutnya, keluhan warga itu harus dibuktikan dengan fakta, karena ia menilai dirinya yang juga menggunakan air sungai yang sama tidak merasakan dampak apapun.

Baca juga: 44 Stasiun Akan Dipasangi GeNose C19 dalam Waktu Kurang dari Sebulan, Ini Harapan Menhub

"Boleh-boleh saja ada keluhan seperti itu tapi perlu dibuktikan secara faktanya, karena saya juga menggunakan air yang warga gunakan juga, sementara tidak ada masalah yang ada di kandang sini, rincinya kita buktikan dengan tes kadar air dan sebagainya (oleh) ahli limbah," jelasnya.

Robi mengulas, bantuan sapinya itu berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI berupa uang Rp 200 juta, lalu ia membelikan sapi sebanyak 8 ekor.

"Bentuk bantuannya uang tunai ke rekening kelompok sebesar 200 juta," katanya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Warga Geruduk Kandang Sapi di Cisolok Sukabumi, Dinilai Cemari Lingkungan, Tubuh Bocah Bintik-bintik, https://jabar.tribunnews.com/2021/02/19/warga-geruduk-kandang-sapi-di-cisolok-sukabumi-dinilai-cemari-lingkungan-tubuh-bocah-bintik-bintik.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Ichsan
Video Editor: Wahyudi Utomo

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved