Breaking News:

Banjir di Indramayu

Sawah di Indramayu yang Puso Akibat Banjir Semakin Meluas, Ada 5.112 Hektare, Petani Butuh Bantuan

Sawah di Indramayu yang mengalami gagal panen akibat banjir semakin luas. Sudah ada lebih dari 5.000 hektare.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Seorang petani saat menunjukkan tanaman padi yang rusak akibat terjangan banjir di Desa Pengauban, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Rabu (17/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Tanaman padi di Kabupaten Indramayu yang mengalami puso atau gagal panen akibat banjir semakin meluas.

Diketahui ada seluas 8.276 hektare lahan persawahan yang terendam banjir, sebanyak 5.112 hektare di antaranya harus mengalami gagal panen.

Data tersebut berdasarkan laporan yang diterima Tribuncirebon.com dari Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu sampai dengan 18 Februari 2021.

Baca juga: BARU Saja Gempa Darat Mengguncang Bukittinggi Sumbar, Ini Daerah-daerah yang Rasakan Guncangan Lindu

Baca juga: Suami Sakit, Santi Gadaikan HP Anaknya untuk Makan, Datangi Ketua Komisi C DPRD: Saya Sedih dan Malu

Tanaman padi yang mengalami puso ini tersebar di 10 kecamatan, meliputi Kecamatan Losarang 2.113 hektare, Kandanghaur 2.030 hektare, Bongas 410 hektare, Krangkeng 233 hektare, Haurgeulis 109 hektare, Lelea 78 hektare, Kroya 57 hektare, Gabuswetan 40 hektare, Anjatan 40 hektare, dan Jatibarang dua hektare.

Adapun umur tanaman padi yang mengalami puso bervariatif, di antaranya ada yang sudah berusia 84 hari atau nyaris 3 bulan.

Tanaman padi itu terendam banjir rata-rata lebih dari 3 hari dengan ketinggian genangan sekitar 100 centimeter.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono mengatakan, nyaris semua lahan persawahan di Kecamatan Kandanghaur yang terendam banjir mengalami puso.

Ada 2.492 hektare sawah yang terendam banjir, sebanyak 2.030 hektare di antaranya gagal panen.

"Tanaman terendam banjir lebih dari tiga hari. Jadi busuk, tidak bisa diselamatkan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (19/2/2021).

Para petani meminta agar Dinas Pertanian bisa segera mendata dan memberikan bantuan dengan adanya musibah tersebut.

Mereka diketahui sangat membutuhkan benih dan pupuk untuk melakukan proses tanam ulang.

Kondisi tersebut pun dibenarkan, Camat Kandanghaur, Iim Nurohim.

Ia mengatakan, selain lahan persawahan, permukiman warga di 12 desa dari total 13 desa secara keseluruhan juga terendam banjir besar pada pekan kemarin.

"Karena banjir di Kandanghaur itu kiriman dari daerah hulu," ujar dia.

Baca juga: Sukses di Sinetron Ikatan Cinta, Disebut Dapat Bayaran Fantastis, Arya Saloka Gunakan Uang untuk Ini

Baca juga: Foto Nissa Sabyan dan Mulan Jameela Mendadak Nyebar, Disorot Setelah Perselingkuhan Ayus Terbongkar

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved