Breaking News:

Pemprov Jabar Susun Rencana Aksi Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Lido

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat terus mengawal rencana aksi pembangunan

TRIBUN JABAR/NAZMI ABDURRAHMAN
Kepala Disparbud Jawa Barat, Dedi Taufik 

"KEK Lido diharapkan betul-betul bisa mendorong pariwisata di Indonesia. Hasilnya harus jelas, turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional. Ini harus menjadi yang premium juga, dan devisanya pun juga premium," kata Menko Airlangga dalam pernyataanya ditulis, Jumat (12/2).

Baca juga: P2TP2A Cianjur Dorong Bayi yang Disebut Lahir dari Ibu Tanpa Hamil agar Segera Punya Akta Kelahiran

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersyukur akhirnya Jawa Barat memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang pariwisata, yakni KEK Pariwisata Lido. Diharapkan hal ini akan meningkatkan perekonomian Jabar yang terdampak pandemi.

"Alhamdulilah akhirnya ada satu KEK lahir di Jawa Barat, namanya KEK Pariwisata Lido, karena paling siap secara infrastruktur, secara teknis benefit ekspor-impornya terukur. Saya hanya minta komitmen yang memiliki KEK untuk merespon secepatnya," katanya di Gedung Sate, Senin (15/2).

Dengan status KEK, katanya, pihak pengembang harus segera mengembangkan kawasannya untuk memutar roda perekonomian

"Jangan KEK didapat statusnya, tapi di lapangan tidak ada pergerakan yang signifikan. Kita butuh gerakan untuk pemulihan ekonomi. Jadi KEK-nya dapatkan berarti kan ada fasilitasi pembebasan-pembebasan beban ya, itu diterjemahkan dengan membangun lebih cepat," katanya.

Usulan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido di Kabupaten Bogor telah disetujui oleh Dewan Nasional Ekonomi Khusus. Kawasan ini ke depannya akan menjadi kawasan wisata di Jawa Barat.

Baca juga: NISSA SABYAN DICAP PELAKOR, Imej yang Dibangun Berantakan, Begini Kehidupannya Sebelum Gabung Sabyan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan KEK Lido sebagai kawasan khusus berbasis pariwisata akan bergerak secara bisnis pada pengembangan atraksi wisata seperti theme park kelas dunia, golf course, serta retail.

Rencananya, katanya, di kawasan tersebut juga akan dikembangkan akomodasi berupa luxury resort, hotel berbintang, pengembangan Transit Oriented Development, dan pengembangan ekonomi kreatif berupa studio film dan festival musik.

“Sejak awal pengajuan Lido sebagai KEK kami memberikan dukungan penuh baik saat pembahasan awal sampai dengan penerbitan rekomendasi gubernur,” kata Dedi, Senin (15/2).

Dari prospek bisnisnya, katanya, kehadiran theme park yang akan dibangun di dalam KEK Lido diprediksi akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) hingga mencapai 63,4 juta orang sampai 2038 atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved