Breaking News:

Kunjungan Kerja Menteri

Menhub Dorong PT DI Bikin Pesawat Amfibi, Itu yang Dibutuhkan untuk Penerbangan Perintis

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, mendorong PT Dirgantara Indonesia terus berinovasi

tribunjabar/syarif abdussalam
Menhub Dorong PT DI Bikin Pesawat Amfibi, Itu yang Dibutuhkan untuk Penerbangan Perintis 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, mendorong PT Dirgantara Indonesia terus berinovasi dan memproduksi lebih banyak pesawat untuk penerbangan dalam negeri, contohnya pesawat amfibi.

"Sebagai negara kepulauan, kita membutuhkan pesawat amfibi ya. Semua tahu Banda Neira itu membutuhkan suplai. Jadi nanti ada satu angkutan dari Ambon ke sana. Nah, saya pikir dengan kami sebagai regulator juga membeli nanti untuk kalibrasi, apakah bisa untuk melakukan kegiatan-kegiatan komersial," kata Budi Karya Sumadi saat meninjau hangar PT DI di Kota Bandung, Jumat (19/2).

Apalagi di Indonesia, katanya, banyak memiliki titik-titik penerbangan perintis.

Di Papua contohnya, sekitar 50 persennya adalah penerbangan perintis. Dari mulai Jayapura, Timika Sorong, Merauke, sampai Yakuhimo.

Baca juga: Jawa Barat Dikepung Sesar Aktif, Warga Diminta Waspadai Potensi Gempa Bumi

"Itu kebanyakan perintis, dengan panjang landasan bandara yang cuman 800 meter. Saya minta kepada Pak Dirjen melakukan suatu pengawasan yang baik, yang profesional, karena profesionalitas ini sangat penting untuk satu industri pesawat yang sangat membutuhkan teknologi," katanya.

Pihaknya juga berupaya terus melakukan dengan hati-hati dan cermat dalam merawat tenaga sumber daya manusianya yang terampil.

Pihaknya akan terus membina PT DI sehingga terus berinovasi dan produktif.

"SDM di PT DI ini adalah orang yang punya keterampilan, sehingga memang diharuskan melakukan suatu hal atau memberikan suatu peluang-peluang bagi mereka, agar mereka selalu berkarya," katanya.

Baca juga: Siapa AYUS SABYAN, Pria yang Berselingkuh dengan Nissa Sabyan, Ternyata Sering Keluar Masuk Penjara

Oleh karenanya, kata Budi Karya, PT DI sudah melakukan berbagai upaya pemasaran pesawat-pesawat seperti CN235 dan sekarang NC212i dan sekarang ini ada N219. 

"Saya pikir tadi coba-coba naik ya, karena saya juga biasa pakai itu ke Papua ya. Papua kalau nggak di ketinggian itu, pesawat seperti inilah yang bisa dilakukan karena landasan itu tidak lebih dari 800 meter," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Karya pun meninjau sejumlah proyek padat karya yang dilakukan PT KAI dan PT DI dalam mempekerjakan masyarakat di tengah badai ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved