Breaking News:

Total Nilai Investasi yang Masuk ke Jabar Tahun 2020 Rp 120,4 Triliun, Tertinggi di Indonesia

Nilai investasi ke Provinsi Jawa Barat sepanjang 2020 mengalami penurunan di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Istimewa
Gedung Sate, kantor pemerintahan provinsi jawa barat. Total Nilai Investasi yang Masuk ke Jabar Tahun 2020 Rp 120,4 Triliun, Tertinggi di Indonesia 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nilai investasi ke Provinsi Jawa Barat sepanjang 2020 mengalami penurunan di tengah pandemi Covid-19.

Namun, Jawa Barat tetap menjadi tujuan investasi tertinggi dibanding provinsi lain di Indonesia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara, mengatakan pandemi Covid-19 mempengaruhi realisasi investasi, baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PDMN) ke Jawa Barat sepanjang tahun lalu.

Pihaknya mencatat total realisasi investasi PMA dan PMDN berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sampai dengan Januari - Desember Tahun 2020 yang direalisasikan oleh para investor di 27 kabupaten/kota mencapai Rp 120,4 triliun.

Baca juga: Alat Vital Putus, Gak Bisa Berobat, Kini Kaki dan Tangannya Diikat, Nasib Pemuda di Cianjur

“Realisasi sepanjang 2020 ini menurun dibanding periode yang sama 2019 lalu yang mencapai Rp 137,069 triliun. Turun sekitar Rp 17 triliun,” katanya di Bandung, Kamis (18/2).

Meski menurun, dari sisi realisasi secara nasional, Noneng memastikan Jawa Barat melebih target yang dibebankan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, pihaknya telah mencapai 121,65 persen dari target nasional sebesar Rp 99 triliun.  

“Realisasi sepanjang 2020 juga menyerap tenaga tenaga kerja sebanyak 113.426 orang, serta jumlah proyek sebanyak 20.020 proyek LKPM,” ujarnya.

Noneng melansir penurunan investasi datang dari realisasi investasi untuk PMA. Tahun lalu modal asing yang ditanam di Jawa Barat total mencapai Rp 69 triliun atau menurun sebesar Rp 19 triliun dibanding periode yang sama 2019 lalu. Sementara jumlah tenaga kerja sebesar 85.928 orang turun 8.716 orang dari periode yang sama tahun 2019 sebesar 94.644 orang.

Baca juga: Komen Soal Ustaz Maaher, Novel Baswedan Dilaporkan ke Polisi, Pejabat KPK Irjen Karyoto Tidak Diam

“Jumlah proyek LKPM PMA sendiri meningkat dari 10.455 proyek LKPM pada periode Januari - Desember tahun 2019, menjadi 11.031 proyek LKPM pada Januari - Desember tahun 2020 atau naik 576 proyek LKPM,” tuturnya.

PMDN, katanha, menjadi penyelamat investasi ke Jawa Barat sepanjang 2020 lalu. Realisasi investasi untuk PMDN di Jawa Barat tahun 2020, yang ditanamkan oleh para investor sebesar Rp 51,4 triliun meningkat Rp 2,1 triliun dari periode investasi yang sama pada tahun 2019 sebesar Rp 49,2 triliun.

“PMDN menyumbang jumlah tenaga kerja sebesar 27.498 orang, turun 8.562 orang dari periode yang sama tahun 2019 sebesar 36.060 orang, untuk jumlah proyek LKPM sebesar 8.989 proyek LKPM atau naik 4.074 proyek LKPM dari 4.915 proyek LKPM pada periode yang sama tahun 2019,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved