Breaking News:

Megawati Disebut SBY Kecolongan 2 Kali di Pilpres 2004, Sekjen PDI-P: Rakyat Kehilangan Blok Cepu

Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyindir SBY soal kepemilikan Blok Cepu yang beralih dari Pertamina ke Exxon Mobil saat SBY menjabat presiden RI.

Editor: Hermawan Aksan
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyindir eks ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal kepemilikan Blok Cepu yang beralih dari Pertamina ke Exxon Mobil saat SBY menjabat presiden keenam RI. 

TRIBUNJABAR.IDSekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyindir eks ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal kepemilikan Blok Cepu yang beralih dari Pertamina ke Exxon Mobil saat SBY menjabat presiden keenam RI.

Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pernyataan bahwa Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali saat Pilpres 2004.

Pernyataan itu disampaikan SBY lewat cerita mantan sekretaris jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie.

Baca juga: Tidak Ada Hujan Ataupun Angin Kencang, Rumah Milik Sepasang Lansia di Pangandaran Seketika Ambruk

Baca juga: VIDEO-HUT TRIBUN JABAR, Gubernur Jabar Ridwan Kamil: Memberikan Informasi Aktual dan Terpercaya

“Dengan pernyataan Pak Marzuki itu, saya juga menjadi paham, mengapa Blok Cepu yang merupakan wilayah kerja Pertamina, seusai Pilpres 2004, lalu diberikan kepada Exxon Mobil. Nah, kalau terhadap hal ini, rakyat dan bangsa Indonesia yang kecolongan,” tutur Hasto lewat keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).

Hasto pun menilai pernyataan itu justru menunjukkan bahwa SBY yang menciptakan desain pencitraan seolah ia sebagai menteri koordinator bidang politik dan keamanan (menko polkam) dizalimi Megawati yang merupakan atasannya saat masih menjabat sebagai presiden kelima RI.

Ketika itu berembus isu bahwa SBY merasa dizalimi Megawati sehingga ia memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan menko polkam.

“Terbukti bahwa sejak awal Pak SBY memang memiliki desain pencitraan tersendiri, termasuk istilah 'kecolongan dua kali' sebagai cermin moralitas tersebut,” kata Hasto dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).

“Jadi, kini rakyat bisa menilai bahwa apa yang dulu dituduhkan oleh Pak SBY telah dizalimi oleh Bu Mega, ternyata kebenaran sejarah membuktikan bahwa Pak SBY menzalimi dirinya sendiri demi politik pencitraan,” tutur Hasto.

Sebelumnya, Marzuki Alie mengungkapkan pernyataan SBY yang mengatakan Megawati kecolongan dua kali saat Pilpres 2004.

Kala itu Megawati mencalonkan sebagai presiden bersama Hasyim Muzadi sebagai wakilnya, tapi kalah dari SBY-Jusuf Kalla.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved