Breaking News:

Septian Tak Boleh Kena Sinar Matahari, Penyakit Anak Sukabumi Ini Berawal Bintik Dekat Hidung

Seorang anak bernama Septian (6) asal Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengidap penyakit aneh atau langka.

Istimewa
Kondisi Septian yang mengidap penyakit langka dan kini menjalani pengobatan di RSHS Bandung. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Seorang anak bernama Septian (6) asal Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengidap penyakit aneh atau langka.

Ayahnya, Basuni (25) mengatakan, dokter yang menangani penyakit langka anaknya itu melarang Septian terkena sinar matahari.

Ia menjelaskan, penyakit langka yang ada di putranya itu diketahui saat usia enam bulan.

Pertama kali muncul bintik putih di dekat hidung.

"Bentuknya seperti jerawat, semakin lama bertambah banyak sampai rentang waktu enam bulan, bintik putih itu berubah menjadi hitam dan mulai terasa gatal-gatal ketika usia anak saya tiga tahun. Sempat dibawa berobat ke puskesmas dan rumah sakit, tapi tidak kunjung membaik, dokter juga melarang anak saya terkena sinar matahari," ucapnya, Rabu (17/2/2021).

Basuni mengaku sudah tidak sanggup melakukan pengobatan untuk anaknya karena faktor biaya.

Baca juga: Anak Pertama Fiersa Besari Lahir, Namanya Berbau Petualangan: Kinasih Menyusuri Bumi

Baca juga: Gudang Pengolahan Padi di Kabupaten Sukabumi Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Dia yang sudah lama tidak bekerja serabutan, sehingga tak mampu lagi membiayai pengobatan putranya.

Terakhir kali, dia membawa berobat sang anak ke RSUD Sekarwangi Cibadak. Pihak rumah sakit pun menyarankan untuk dirujuk ke RSHS Bandung.

Beruntung, dia bertemu dengan relawan dari Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) yang datang membantu biaya pengobatan.

"Saya bertemu relawan sosial dari Sahabat Kristiawan Peduli, akhirnya seluruh biaya pengobatan Septian ditanggung. Alhamdulillah," katanya.

Saat ini, kata dia, anaknya sudah dua hari di Bandung melakukan pemeriksaan rutin.

"Terhitung sudah lima kali saya memeriksakan kondisi Septian. Hari ini ada jadwal untuk menjalani radiologi dan bertemu spesialis kulit. Saya lupa apa nama penyakitnya tapi katanya jenis kanker, penyakit langka. Anak saya juga tidak boleh terkena sinar matahari langsung," ucapnya.

Founder SKP, Kristiawan Saputra, membenarkan, biaya pengobatan dan biaya rumah singgah untuk Septian selama pengobatan ditanggung olehnya.

Baca juga: Ayah Bayi yang Dilahirkan Siti Jainah Warga Cianjur yang Tak Merasa Hamil Dicari, Menjurus Sosok Ini

Baca juga: Lesti Kejora Berandai-andai Memiliki Empat Anak Kembar, Saat Ditanya Siapa Ayahnya, Ini Jawabannya

"Kami mendapat informasi Septiana ini sekitar bulan November lalu setelah salah seorang warganet follower kami menginformasikan ada anak kondisinya seperti ini dan terkendala biaya pengobatan. Kami terenyuh dengan kondisi orang tuanya sampai kemudian kami bantu pengobatan sampai rumah singgahnya. Saat ini Septiana dalam pengawasan medis RS Hasan Sadikin, Bandung," katanya. (*)

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved