Breaking News:

Sekda Kota Bandung Tuding Pengusaha Tempat Hiburan Mainkan Perwal, Minta Dibekukan Izinnya Saja

Masih banyak tempat hiburan di Kota Bandung yang tidak menaati Peraturan wali kota (perwal). 

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, mengharapkan tempat usaha bandel ditindak tegas. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurahman 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masih banyak tempat hiburan di Kota Bandung yang tidak menaati Peraturan wali kota (perwal). 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan, sudah mengetahui modus yang dilakukan. 

Biasanya, kata dia, tempat hiburan bakal menutup operasionalnya sesuai dengan Perwal sekitar pukul 21.00 WIB. 

"Saya minta pengusaha itu jangan pura-pura tidak paham, contohnya misal pura-pura jam sembilan malam tutup, nanti buka lagi jam 11 malam. Ada lagi yang buka jam dua dini hari," ujar Ema Sumarna, di Balai Kota Bandung, Selasa (16/2/2021). 

Ema meminta petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menindak tegas bahkan kalau perlu membekukan izin tempat hiburan yang kedapatan berulang kali melanggar jam operasional. 

Baca juga: Anjing Menggonggong Dini Hari, Saat Buka CCTV Ternyata Ada Penampakan Pocong di Dekat Kuburan

Baca juga: Meski Jam Operasional Dilonggarkan, Pengunjung Mal BIP Kota Bandung Tetap Sepi

"Diusulkan (dibekukan), karena ini jadi mainan. Lahirnya perwal itu sebetulnya sudah memberikan ruang tambahan untuk ruang kapasitas termasuk juga jam operasional, terus mereka mau minta apa lagi? Ini kodisi sedang tidak normal," katanya. 

Menurut Ema, kafe, resto dan tempat hiburan menjadi sektor ekonomi yang paling banyak melanggar Perwal, terutama soal jam operasional. 

"Makanya saya mintakan ada silent operation, karena saya kahwatir kalau terbuka begini bocor terus. Percuma, kita datang mereka pura-pura tidak melanggar. Begitu kita pergi mereka melanggar," ucapnya. 

Menghadapi Covid-19 ini, kata dia, tidak bisa hanya satgas yang bekerja, dibutuhkan partisipasi dan kesadaran masyarakatnya. 

Baca juga: Daftar Harta yang Harus Dikembalikan Teddy Pardiyana Jika Ingin Rizky Febian Berikan Rp 500 Juta

"Covid ini perang panjang, kita tidak tahu kapan akan berakhir. Artinya kewaspadaan ini harus terus kita jaga, dan melawan Covid tidak bisa simbol suksesnya ada di satgas. Satgas itu hanya regulator, pelakunya harus semua. Ini harus terbangun paradigma mindset masyarakat harus seperti itu," katanya. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved