Breaking News:

Pelayanan NICU di Santosa Hospital Bandung Kopo

Layanan NICU Nicu bayi Santosa Hospital Bandung Kopo memiliki fasilitas lengkap, kapasitas 2 pasien NICU (sedang dalam penambahan menjadi 4 pasien)

Istimewa
Pelayanan NICU di Santosa Hospital Bandung Kopo oleh dr.Desman Situmorang.,Sp.A 

BANDUNG, TRIBUN - Keselamatan bayi yang baru lahir sudah pasti menjadi dambaan setiap ibu dan keluarga. Untuk memberikan layanan perawatan bayi yang maksimal ini, Santosa Hospital Bandung Kopo menyediakan layanan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) yang bisa dimanfaatkan warga Kota Bandung.

Sebagaimana umumnya rumah sakit standard nasional lainnya, layanan NICU Santosa Hospital Bandung Kopo memberikan standard pelayanan NICU sesuai dengan standard pelayanan dari Kementrian Kesehatan Indonesia. Menurut dokter spesialis, dr. Desman Situmorang Sp.A, sebenarnya pelayanan NICU relatif sama, kecuali pada rumah sakit pusat rujukan tipe A seperti SHBC (Santosa Hospital Bandung Central) dan RSHS yang lebih lengkap dibanding rumah sakit swasta pada umumnya.

"Namun kelebihan di Santosa Hospital Bandung Kopo, layanan NICU didukung oleh spesialis-spesialis lain seperti bedah anak, bedah syaraf, bedah tulang, kedokteran fisik dan rehabilitasi (rehabilitasi medik) dan juga fasilitas yang cukup lengkap," tutur Desman.

Desman mengatakan bahwa prosedur penanganan NICU bayi bagi keluarga pasien, khususnya yang melahirkan bayi prematur, bisa berasal dari mana saja, baik dari pasien yang lahir di Santosa Hospital Bandung Kopo, maupun dari luar dan memerlukan layanan NICU. Pasien yang lahir di Santosa Hospital Bandung Kopo, dengan indikasi memerlukan ruang NICU, akan diarahkan untuk dirawat langsung dengan cara orangtua langsung mendaftarkan anaknya di administrasi.

Sementara pasien yang lahir di luar Santosa Hospital Bandung Kopo dan memerlukan NICU, dapat langsung menghubungi IGD Santosa Hospital Bandung Kopo dari fasilitas kesehatannya (klinik, puskesmas, bidan, atau RS lainnya) untuk menanyakan ketersediaan ruangan NICU. "Setelah mendapat ruangan, pasien dapat dirujuk ke IGD dan kemudian akan dirawat di NICU," katanya.

dr. Desman Situmorang Sp.A   
Dokter Spesialis Anak Santosa Hospital Bandung Kopo
 dr. Desman Situmorang Sp.A 
Dokter Spesialis Anak Santosa Hospital Bandung Kopo 
      

Desman mengatakan bahwa layanan NICU Nicu bayi Santosa Hospital Bandung Kopo memiliki fasilitas lengkap berupa kapasitas 2 pasien NICU (sedang dalam penambahan menjadi 4 pasien), 2 inkubator (akan ditambah menjadi 4 sesuai kapasitas), 2 ventilator dengan mode non invasif dan invasif (akan ditambahkan menjadi 4 ventilator), infant warmer, infus dan syringe pump, lampu fototerapi, monitor pasien, serta ruang memompa ASI untuk ibu.

Selama proses perawatan NICU, kata Desman, orangtua bayi dapat berperan aktif. Pada beberapa bayi dengan berat badan lahir rendah (BBL<2500 gram) yang sudah stabil, orangtua bisa dilibatkan dalam perawatan metode kangguru. Selain itu, orangtua juga dapat berkunjung setiap hari untuk melihat bayi, memberikan sentuhan kepada bayi, berbicara engan bayi, dan lain-lain.

"Tentu saja hal ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat seperti kondisi orangtua harus sehat, memakai masker, dan sudah mencuci tangan terlebih dahulu. Kondisi pasien akan di-update kepada orangtua setiap hari, dan jika akan dilakukan tindakan, maka orangtua juga akan diberikan penjelasan mengenai tindakan tersebut. Keputusan tetap menjadi hak orangtua pasien. Orangtua juga dapat memberi dukungan kepada nakes yang merawat bayinya serta mendoakan agar semua yang dilakukan bisa berjalan dengan baik," tutur Desman.

Terkait peraturan yang diterapkan manajemen Santosa Hospital Bandung Kopo di layanan Nicu bayi, Desman menyebutkan bahwa standard prosedur peraturan relatif sama dengan peraturan rumah sakit pada umumnya. Adapun yang membedakan adalah kamar perawatan NICU tidak memperbolehkan orang sembarangan masuk. Ada jam-jam tertentu khusus dan yang bisa masuk hanya orang tua saja. Selain itu, ruangan bayi memang dibuat secara khusus yang tidak perlu ditunggui orangtua karena pasien langsung diurus oleh perawat yang sudah terlatih.

Sementara untuk kondisi bayi yang harus dirawat di ruang NICU, Desman menyebutkan bahwa ruang NICU diperuntukan untuk bayi berusia 0-28 hari yang membutuhkan pelayanan bayi level III sesuai dengan standard PONEK (pelayanan obstetric neonatologi komprehensif) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia.
Berikut adalah indikasi pasien yang harus dirawa di NICU:

• Bayi yang memerlukan bantuan napas menggunakan ventilator atau CPAP
• Bayi dengan berat badan lahir <1000 gram atau usia kehamilan kurang dari 28 minggu
• Bayi yang memerlukan pengawasan intensif karena hal lain seperti kejang berat/terus menerus, post operasi, dan lain-lain.

Desman mengatakan bahwa Santosa Hospital Bandung Kopo sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu pasien yang dirawat di NICU Santosa Hospital Bandung Kopo ditanggung biaya perawatannya oleh BPJS Kesehatan.

Menurut Desman, perawatan NICU termasuk biaya perawatan intensif yang membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Harga kamar berkisar mendekati Rp 1 juta, belum lagi alat-alat seperti ventilator, infus dan syringe pump, mionitor, dan alat-alat lainnya. Namun semua dapat ditanggung dengan menggunakan BPJS Kesehatan.

"Perawatan bayi di NICU berbeda-beda tergantung kondisi pasien. Pasien dengan berat badan kecil, biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dirawat di rumah sakit. Lama perawatan berkisar dari satu minggu sampai lebih dari satu bulan," tutur Desman.

Desman memberikan tips bagi orang tua saat bayi mereka dirawat di Nicu. Beberapa tips itu diantaranya adalah orangtua jangan pernah menyerah (selalu berpikir jernih karena perlu pengambilan keputusan), tidak menyalahkan diri sendiri dan berpikir negatif (karena akan memperburuk keadaan psikologis, terutama ibu), saling mengandalkan pasangan, rajin mencari tahu kondisi bayi, selalu berkomunikasi dengan perawat dan dokter serta jangan terlalu mempercayai/menelan mentah-mentah info yang ada di medsos atau internet, banyak berdoa dan mengucap syukur.

"Orangtua juga harus melibatkan diri dalam perawatan bayi jika kondisi memungkinkan ,jangan pernah membandingkan kondisi bayi orangtua tersebut dengan pasien-pasien lainnya, serta jangan ragu untuk meminta tolong kepada keluarga/kerabat/sahabat untuk mendukung proses perawatan karena perlu mendapat dukungan moril dan materil buat orangtua," ujarnya. (adv/kemal setia permana)

santosa1502c
santosa1502c ()
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved