Breaking News:

Jalaluddin Rakhmat Berpulang

Jalaluddin Rakhmat Berpulang, Dimakamkan Berdampingan dengan Sang Istri di Cicalengka

Cendekiawan Jalaluddin Rakhmat meninggal dunia, menyusul istrinya, Euis Kartini, yang lebih dulu menghadap Ilahi, Kamis lalu.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Jalaluddin Rakhmat mengembuskan napas terakhirnya di ICU Rumah Sakit Santosa Internasional, Bandung, Senin (15/2), sekitar pukul 15.45, persis pada hari kesepuluh ahli komunikasi itu dirawat di sana. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Karangan bunga dukacita yang berjejer di halaman SMA Al Muthahhari di Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, masih belum kering, saat kabar duka itu kembali datang, Senin (15/2).

Cendekiawan Jalaluddin Rakhmat meninggal dunia, menyusul istrinya, Euis Kartini, yang lebih dulu menghadap Ilahi, Kamis lalu.

Kang Jalal, begitu almarhum biasa disapa semasa hidupnya, meninggal dunia pada usia ke-71 tahun.

Baca juga: Penumpang Antusias Gunakan GeNose, Harga Lebih Terjangkau, Tidak Perlu Dicolok Dulu 

Baca juga: Sekitar 3.000 Nakes di Karawang Tak Ikut Vaksinasi Covid-19, Kadinkes: Mungkin Mereka Belum Mau

Ia mengembuskan napas terakhirnya di ICU Rumah Sakit Santosa Internasional, Bandung, Senin (15/2), sekitar pukul 15.45, persis pada hari kesepuluh ahli komunikasi itu dirawat di sana.

Seperti Kang Jalal, Euis juga sempat menjalani perawatan selama beberapa hari di rumah sakit tersebut sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Euis dimakamkan di Desa Lembang Gede, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Semalam, Kang Jalal juga dimakamkan di sana, di sebelah makam istrinya.

"Itu pemakaman keluarga, dimakamkan dengan protokol Covid-19," ucap Erwin Edi Sanjaya (50), guru SMA Muthahhari, yang juga tetangga Kang Jalal, saat ditemui di SMA Muthahhari, semalam.

Suasana kediaman almarhum Jalaluddin Rakhmat.
Suasana kediaman almarhum Jalaluddin Rakhmat tadi malam. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Erwin mengatakan, sebelum masuk rumah sakit, Kang Jalal dan istrinya sempat menjalani pemeriksaan PCR dan dinyatakan positif.

"Setelah tahu positif, keduanya dirawat. Saat sedang dirawat, Ibu (Euis) meninggal. Di rumah sakit, Bapak sempat kritis hingga terpaksa menggunakan ventilator. Kemarin, kata anaknya, Bapak sudah ada respons. Tapi Allah berkehendak lain. Hari ini Bapak meninggalkan kita semua," ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved