Breaking News:

Angka Covid-19 Antara Kelurahan Kebon Jayanti dan Pusicov Kota Bandung Beda, Ini Penjelasan Lurah

Kelurahan Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong, diklaim sebagai satu-satunya daerah di Kota Bandung yang bebas Covid-19. 

AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19. Kelurahan Kebon Jayanti diklaim sebagai wilayah yang nihil Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kelurahan Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong, diklaim sebagai satu-satunya daerah di Kota Bandung yang bebas Covid-19. 

Lurah Kebon Jayanti, Abdul Manaf, mengatakan, sejak Maret hingga Desember 2020, tidak ada satu pun warga di kelurahannya yang terpapar Covid-19. 

Namun, kata dia, sejak Januari hingga saat ini muncul dua kasus pasien positif aktif yang saat ini sedang menjalani isolasi di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD). 

"Kita dari 89 RT yang positif dua orang, satu rumah suami-istri, isolasinya di Secapa, karena tempat tinggalnya tidak memadai," ujar Abdul Manaf, saat dihubungi, Selasa (16/2/2021). 

Dua warga yang terapapar Covid-19 itu, kata dia, merupakan pendatang. 

Baca juga: Sekda Kota Bandung Tuding Pengusaha Tempat Hiburan Mainkan Perwal, Minta Dibekukan Izinnya Saja

Baca juga: Anjing Menggonggong Dini Hari, Saat Buka CCTV Ternyata Ada Penampakan Pocong di Dekat Kuburan

"Jadi, kita tempat strategis dekat stasiun, pedagang kaki lima dan pasar, jadi banyak pendatang yang tidak terdata bukan penduduk kami. Kalau warga aslinya tidak ada yang terpapar," katanya. 

Pernyataan yang disampaikan Lurah Kebon Jayanti soal angka positif di wilayahnya itu tidak sesuai dengan data yang tercantum di Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung. 

Baca juga: Pemkab Garut Cari Lokasi Aman, Siapkan Rp 8 Miliar untuk Relokasi Korban Tanah Longsor

Dalam laman Pusicov terdata ada 34 warga yang positif, pasien aktifnya 0, sembuh 33 orang dan meninggal satu orang. 

"Kalau data di kami tidak ada. Kami dengan RW selalu (koordinasi) karena mungkin ada beberapa teknik yang berbeda dengan yang lain," ucapnya. (*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved