Satu Keluarga Aniaya Tetangganya dengan Sadis, Mata Korban sampai Buta dan BAB Pakai Alat Khusus

Penganiayaan terjadi setelah salah seorang pelaku diduga tersinggung dengan ucapan korban.

Editor: Ravianto
shutterstock
Illustrasi penganiayaan. 

TRIBUNJABAR.ID, LAGUBOTI - Penganiayaan sadis terjadi di Desa Gasaraibu, Kabupaten Toba, Sumaatera Utara.

Penganiayaan terjadi setelah salah seorang pelaku diduga tersinggung dengan ucapan korban.

Warga Desa Gasaraibu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Elvis Pangaribuan (46), kini terbaring lemah di rumahnya.

Mata sebelah kanan korban penganiayaan ini tampak berair.

Ususnya yang (maaf) sempat terburai akibat kekerasan tersebut sudah dioperasi dan kini ia harus mendapatkan alat khusus untuk buang air besar.

Dari penuturannya, hingga kini ia mengalami kesakitan saat bergerak karena perutnya masih dalam proses pengobatan.

Kepada Tribun-Medan.com, dirinya menuturkan secara gamblang bahwa kekerasan terjadi pada dirinya akibat ketersinggungan.

"Jadi bertemu dengan dia (tersangka) di warung. Kami lagi jalan. Ada teman di sini yang kebetulan temannya bertengkar. Lalu saya bilang, 'nanti dia minta perdamaian lagi', mungkin dia tersinggung," ujar Elvis Pangaribuan saat ditemui di rumahnya, Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Senin (15/2/2021).

Dari pemberitaan sebelumnya, Elvis menjadi korban penganiayaan di kawasan Laguboti yang dilakukan oleh dua orang yakni Baginda Pangaribuan (51) dan Frans Nando Pangaribuan (23).

Baca juga: Anak Kepala Desa di Cianjur yang Dibacok Orang Tak Dikenal, Terkait Asmara? Ini Penuturan Orangtua

Baca juga: Mengapa Atta-Aurel Hermansyah Pilih 21 Maret 2021 sebagai Tanggal Pernikahan? Simak di Sini

Dari penuturannya, ada tiga pelaku yang melukainya termasuk istri Baginda Pangaribuan.

Saat melihat tersangka datang mendekati rumahnya, ia langsung memutar haluan dan berusaha menelepon orang-orang.

Satu di antaranya adalah kepala desa, namun tidak sempat berbalas, ia sudah ditikam oleh tersangka.

"Saya pergi lagi ke warung lain karena memang tujuan saya adalah mau beli rokok. Nah saat pulang, saya lihat bapak, anak, sama istri pelaku sudah jalan," lanjutnya.

"Maka saya sengaja putar lagi kereta (sepeda motor) saya, saya balik lagi. Saya telepon itu siapa, maksud saya, saya telpon semua orang biar dia ditangkap saat membawa senjata gitu. Saya telponlah. Sepengetahuan saya, saya telpon kepala desa. Pas saya nelepon itulah, dia itu nusuki saya," ungkap Elvis Pangaribuan.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved